KEGIATAN BELAJAR 1
I. LIMBAH DAN JENISNYA
a. Pengertian Limbah
1. Menurut Ecolink, 1996
Limbah adalah barang yang terbuang atau dibuang dari aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
2. Menurut Wikipedia Indonesia
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
b. Jenis limbah berdasarkan lingkungan asalnya
a) Limbah rumah tangga
Limbah yang berasal dari rumah tangga khususnya di kota-kota besar jumlahnya mencapai lebih dari 80%.
b) Limbah industri
Limbah industri meliputi :
1) Limbah industri pangan
Limbah industri pangan mengandung karbohidrat, protein, lemak, garam-garam mineral dan sisa bahan kimia yang digunakan selama proses pengolahan dan pembersihan.
2) Limbah industri kimia
Industri kimia memerlukan air dalam jumlah yang cukup besar, baik untuk prosesnya maupun untuk pencucian peralatan-peralatan yang dipergunakan selama proses berlangsung, sehingga jumlah limbah cair yang dihasilkan dalam industri kimia juga cukup besar. Mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik yang dapat larut maupun tidak serta zat-zat lain dalam air limbah dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan karena efek bahan kimia adalah :
- Keracunan akut
Keracunan yang disebabkan oleh masuknya dosis tertentu ke dalam tubuh, baik melalui mulut, kulit, maupun saluran pernapasan yang akibatnya dapat dilihat segera.
- Keracunan kronis
Keracunan yang disebabkan oleh masuknya zat-zat toksik ke dalam tubuh dengan dosis kecil secara terus menerus. Hal ini mengakibatkan zat-zat toksik terakumulasi dalam tubuh sehingga akibatnya baru dapat dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama.
3) Limbah industri kulit dan sandang
Industri jenis ini memerlukan air sebagai media untuk proses pencucian dalam jumlah yang besar, seperti industri kain batik, penyamakan kulit, dll.
4) Limbah industri logam dan elektronika.
Industri logam tidak menggunakan zat-zat kimia yang limbahnya berbahaya bagi kesehatan, tetapi proses-proses dalam industri logam dan elektronika mengakibatkan limbah yang berupa :
- Debu
- Kebisingan
- Karbon monoksida (CO)
5) Limbah pertanian
Limbah pertanian biasanya mengandung polutan insektisida dan pupuk organik. Nitrogen yang terkandungdalam pupuk buatan dapat menyebabkan terbentuknya larutan nitrat dalam tanah. Jika larutan ini meresap dalam sumur penduduk yang berdektan dapat menyebabkan munculnya penyakit bayi biru (blue baby).
6) Limbah pertambangan
Pada proses penambangan dihasilkan limbah logam berat cair yang dapat mengakibatkan keracunan syaraf.
7) Limbah industri pariwisata
Kegiatan wisata menimbulkan limbah yang berasal dari sarana transportasi.
8) Limbah medis
Evaluasi 1:
- Apa yang di maksud limbah rumah tangga ?
- Sebutkan limbah yang dihasilkan oleh industri logam dan elektronika ?
- Upaya apa yang dilakukan pemerintah untuk menangani limbah medis ?
- Gangguan kesehatan karena efek bahan kimia adalah keracunan akut dan keracunan kronis. Jelaskan perbedaan keracunan akut dan keracunan kronis !
Kegiatan belajar 2
a. Limbah padat
Limbah padat adalah sisa atau hasil sampingan dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud padat.
Limbah padat (sampah) dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
· Berdasarkan zat kimia yanng terkandung didalamnya :
Ø Sampah organik
Ø Sampah anorganik
Ø Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3)
· Berdasarkan dapat atau tidaknya membusuk :
Ø Mudah membusuk
Ø Sulit membusuk
· Berdasarkan mudah atau tidaknya terbakar ;
Ø Mudah terbakar
Ø Tidak mudah terbakar
· Berdasarkan ciri atau karakteristiknya :
Ø Garbage
Terdiri dari zat-zat yanng mudah membusuk dan dapat terurai dengan cepat, khususnya jika cuaca panas.
Ø Rubbish
Terdiri dari sampah yang mudah membusuk dan tidak mudah membusuk
Ø Ashes
Semua sisa pembakaran dari industri.
Ø Dead animal
Bangkai binatang besar yang mati akibat kecelakaan atau mati akibat kecelakaan atau secara alami.
Ø House hold refuse
Sampah campuran yang berasal dari perumahan.
Ø Abandoned vehicle
Berasal dari bangkai kendaraan.
Ø Demolision waste/construction waste
Berasal dari sisa-sisa pembagunan gedung.
Ø Santage solid
Terdiri atas benda-benda solid atau kasar yang biasanya berupa zat organik, pada pintu masuk pusat pengolahan limbah cair.
Ø Sampah industri
Gerasal dari industri pertanian, perkebunan, dll
Ø Sampah khusus
Sampah yang memerlukan penanganan khusus, seperti zat radioaktif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah sampah :
· Jumlah penduduk
· Sistem pengumpulan atau pembuangan sampah yang dipakai
· Pengambilan bahan-bahan yang ada pada sampah untuk dipakai kembali.
· Faktor geografis
· Faktor waktu
· Faktor sosial ekonomi dan budaya
· Musim
· Kebiasaan masyarakat
· Kemajuan teknologi
· Jenis sampah
Sampah-sampah yang ada di permukaan bumi dapat berasal dari beberapa sumber, yaitu :
· Pemukiman penduduk
Sampah di suatu pemukiman biasanya dihasilkan oleh satu atau beberapa keluarga yang tinggal dalam suatu bangunan atau asrama yang terdapat di desa atau di kota. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah basah (garbage), sampah kering (rubbish), abu atau sampah sisa tumbuhan.
· Tempat umum dan tempat perdagangan.
Tempat umum adalah tempat yang memungkinkan banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan, termasuk juga tempat perdagangan.
· Sarana layanan masyarakat milik pemerintah.
Sarana layanan yang dimaksud disini antara lain tempat hiburan umum, jalan umum, tempat parkir, tempat layanan kesehatan, kompleks militer, gedung pertemuan, tempat rekreasi, dll.
· Industri berat dan ringan
· Pertanian
Lokasi pertanian seperti kebun, ladang atau sawah menghasilkan sampah berupa bahan-bahan makanan yang telah membusuk, sampah pertanian, pupuk, maupun insektisida.
Evaluasi 2 :
1. Jelaskan pengertian limbah dengan menggunakan kata-katamu sendiri !
2. Sebutkan 5 macam limbah padat berdasarkan ciri/karakteristiknya !
3. Mengapa jumlah penduduk dapat mempengaruhi jumlah sampah ?
4. Sebutkan 5 sumber sampah yang ada dipermukaan bumi !
5. Apa yang dimaksud dengan sampah organik ?
KEGIATAN BELAJAR 3
c) Limbah cair
Secara umum limbah cair dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
· Human excreta
Human excreta merupakan hasil akhir dari proses yang berlangsung dalam tubuh manusia yang menyebabkan pemisahan dan pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Zat-zat itu berbentuk tinja dan air seni. Pembuangan tinja secara tidak baik dan sembarangan dapat mengakibatkan kontaminasi dan akan mendatangkan bahaya bagi kesehatan karena menjadi sumber infeksi.
· Sewage (Air limbah)
Air limbah adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, industri dan tempat-tempat umum lainnya dan biasanya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan.
Air limbah dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain :
Ø Rumah tangga
Contoh : air bekas cucian, air bekas memasak, air bekas mandi, dsb.
Ø Perkotaan
Contoh : air limbah dari perkantoran, perdagangan, selokan, tempat-tempat ibadah.
Ø Industri
Contoh : air limbah pabrik baja, pabrik tinta, dsb.
Volume air limbah yang dihasilkan pada suatu masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
Ø Kebiasaan manusia
Ø Penggunaan sistem pembuangan
Ø Waktu
Ada beberapa karakteristik khas yang dimiliki air limbah :
Ø Karakteristik fisik
Air limbah terdiri dari 99,9% air, sedangkan kandungan bahan padatnya mencapai 0,1% dalam bentuk suspensi padat (suspended solid) yang volumenya bervariasi antara 100 – 500 mg/ltr. Apabila volume suspensi padat kurang dari 100 mg/l, air limbah disebut lemah, sedangkan bila lebih dari 500 mg/l disebut kuat.
Ø Karakteristik kimia
Air limbah biasanya bercampur dengan zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih dan zat organik dari limbah itu sendiri. Saat keluar dari sumber, air limbah bersifat basa tetapi air limbah yang sudah lama atau membusuk bersifat asam karena kandungan bahan organiknya telah mengalami proses dekomposisi yang menimbulkan bau tidak menyenangkan.
Ø Karakteristik bakteriologis
Bakteri patogen yang terdapat dalam air limbah biasanya termasuk golongan E.coli.
Air limbah yang tidak menjalani pengolahan yang benar dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Dampak tersebut antara lain :
1. Kontaminasi dan pencemaran pada air permukaan dan badan-badan air yang digunakan oleh manusia.
2. Mengganngu kehidupan dalam air
3. Menimbulkan bau (sebagai hasil dekomposisi zat organik dan bakteri anaerobik)
4. Menghasilkan lumpur yang dapat mengakibatkan pendangkalan air sehingga terjadi penyumbatan yang dapat menimbulkan banjir.
· Industrial waste (bahan buangan dari sisa proses industri)
Limbah industri adalah limbah cair yang sebagian besar terdiri atas buangan industri. Limbah cair industri mengandung bahan pencemar yang bersifat racun dan berbahaya yang dikenal dengan sebutan B3. Berdasrkan persenyawaan yang ditemukjan dalam air buangan industri, sifat limbah cair tersebut dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik fisika, kimia dan karakteristik biologinya.
1. Karakteristik fisik.
Perubahan yang ditimbulkan parameter fisika dalam limbah cair industri antara lain :
¨ Padatan
¨ Kekeruhan
¨ Bau
¨ Temperatur
¨ Daya hantar listrik
¨ Warna
2. Karakteristik kimia
Secara umum sifat air dipengaruhi oleh bahan kimia organik dan anorganik.
a. Bahan kimia organik
¨ Karbohidrat dan protein
¨ Minyak dan lemak
¨ Fenol
¨ Zat warna dan surfaktan
b. Bahan kimia anorganik
¨ Klorida
¨ Fosfor
¨ Logam berat dan beracun
¨ Nitrogen
¨ Sulfur
c. Karakteristik biologi
¨ Virus
d) Limbah gas
Limbah gas adalah sisa atau hasil samping dari suatu usaha atau kegiatan yang berwujud gas.
Evaluasi 3:
- Jelaskan pengertian limbah cair !
- Faktor-faktor apa sajakah yang mempenngaruhi volume air limbah ?
- Jelaskan dampak yang terjadi apabila air limbah tidak menjalani penngelolaan yang benar ?
- Mengapa air limbah yang sudah lama biasanya menimbulkan bau yang tidak enak ?
- Apa yang dimaksud dengan limbah gas ?
KEGIATAN BELAJAR 4
Jenis – jenis limbah berdasarkan jenis senyawa :
a. Limbah organik
Yaitu kelompok limbah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan. Limbah jenis ini dihasilkan oleh kegiatan manusia dari pertanian, perikanan, peternakan, rumah tangga dan industri. Limbah organik secara alami mudah diuraikan oleh mikroorganisme.
b. Limbah anorganik
Yaitu kelompok limbah yang tidak mudah hancur/diuraikan oleh aktifitas mikroorganisme. Beberapa limbah anorganik sama sekali tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, dan sebagian lagi dapat diuraikan tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama.
c. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
Menurut PP RI No.18 thn 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun, B3 adalah semua bahan/senyawa baik padat, cair ataupun gas yang mempunyai potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.
Limbah B3 dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1) Limbah mudah meledak
Adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu tinggi dan tekanan tinggi sehingga cepat merusak lingkungan.
2) Limbah mudah terbakar
Adalah limbah yang mudah menyala atau terbakar jika berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber api lainnya. Limbah ini jika menyala akan terbakar secara terus menerus dan bertahan dalam jangka waktu lama.
3) Limbah reaktif
Adalah limbah yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran karena menerima atau melepaskan oksigen yang tidak stabil pada suhu tinggi.
4) Limbah beracun
Adalah limbah yang mengandung racun yang dapat membahayakan manusia dan lingkungannya.
5) Limbah yang menyebabkan infeksi
Berupa limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, misalnya bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang telah terinfeksi.
6) Limbah yang bersifat korosif
Limbah ini dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit, juga dapat mengakibatkan korosi pada logam.
Senyawa atau bahan yang termasuk limbah B3 antara lain :
- Air raksa/merkuri/Hg
- Kromium
- Cadmium
- Tembaga
- Timah hitam
- Nikel
- Arsen
Limbah lain yang termasuk B3 adalah limbah radioaktif. Menurut PP RI No. 27 thn 2002, yang dimaksud limbah radioaktif adalah zat radioaktif atau bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion yang tidak dapat dipergunakan lagi.
Evaluasi 4 :
- Jelaskan pengertian Limbah bahan beracun dan berbahaya menurut PP RI No. 18/1999 !
- Sebutkan 5 contoh limbah B3 !
- Apa yang kamu ketahui tentang limbah B3 yang korosif
- Apa yang dimaksud dengan limbah radioaktif menurut PP RI No. 27/2002 ?
KEGIATAN BELAJAR 5
II. PEMANFAATAN LIMBAH
Limbah mengandung zat berbahaya yang dapat mengganngu kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu penanganan limbah harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pengelolaan limbah secara umum dapat dikelompokkan menjadi :
1. Pengurangan sumber (source reduction)
Aktifitas manusia yang semakin beragam diasumsikan menghasilkan limbah yang beragan dengan jumlah besar. Maka akan lebih baik jika dilakukan pengurangan sumber (source reduction). Dengan meminimallisasi barang yang kita pakai diharapkan limbah yang dihasilkan akan berkurang jumlahnya.
2. Penggunaan kembali (reuse)
Barang-barang yang dipakai diusahakan dipilih produk yang dapat dipakai kembali dan menghindari produk yang disposable (sekali pakai). Dengan penggunaan kembali diharapkan dapat memperpanjang waktu penggunaan sebelum barang dibuang ke tempat sampah.
3. Pemanfaatan (recycling)
Dengan daur ulang barang yang tidak berguna bisa dipakai dan dimanfaatkan kembali. Pemanfaatan sampah dengan teknik pengolahan dapat juga menjadikan sampah sebagai bahan yang berguna. Misalnya : pembuatan kompos dan biogas.
4. Pengolahan (treatment)
Kegiatan pengolahan limbah bertujuan untuk mengurangi bahan-bahan beracun yang terdapat dalam limbah, sehingga diharapkan limbah yang telah diolah tersebut memiliki kandungan bahan beracun seminimal mungkin bahkan tidak ada.
Pengolahan limbah cair industri dibagi menjadi 2 :
a. Pengolahan berdasarkan tingkat perlakuan.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
1) Prapengolahan (pretreatment)
2) Pengolahan primer (primary treatment)
3) Pengolahan sekunder (secondary treatment)
4) Pengolahan tersier (teritary treatment)
b. Pengolahan berdasarkan karakteristik
Proses pengolahan berdasarkan karakteristik air limbah dapat dilakukan secara:
1) Fisik, dapat dilakukan melalui :
¨ Penghancuran
¨ Perataan air
¨ Penggumpalan
¨ Sedimentasi
¨ Pengapungan
¨ Filtrasi
2) Kimia, dapat dilakukan melalui :
¨ Pengendapan dengan bahan kimia
¨ Pengolahan dengan lagoon atau kolam
¨ Netralisasi
¨ Penggumpalankoagulasi
¨ Sedimentasi
¨ Oksidasi dan reduksi
¨ Klorinasi
¨ Penghilangan klor (biasanya menggunakan karbon aktif atau natrium sulfat)
¨ Pembuangan fenol
¨ Pembuangan sulfur
3) Biologi, dapat dilakukan dengan cara :
¨ Kolam oksidasi
¨ Lumpur aktif
¨ Lagoon
5. Pembuangan
Pembuangan sampah akhir merupakan suatu upaya yang tidak mungkin dicarikan alternatifnya, kecuali harus dimusnahkan atau dimanfaatkan.
Tempat/lokasi yang biasa dipakai untuk penimbunan limbah antara lain seperti pada bagan berikut :
1. Apa yang dimaksud denga reuse ?
2. Jelaskan perbedaan pemusnahan sampah dengan metode insenerator dan sanitary landfill !
3. Berikan contoh sampah padat yang dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna!
4. Jelaskan proses pembuatan kompos !
KEGIATAN BELAJAR 6
III. JENIS POLUSI DAN POLUTAN BERDASARKAN KEBERADAAN DAN JENIS LINGKUNGAN KERJA.
1. Pengertian Polusi
a. Berdasarkan UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 tahun 1982, Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknyaatau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
b. Berdasarkan SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No.2/MENKLH1988, Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan /atau komponen lain ke dalam air/udara dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi susuai dengan peruntukannya.
2. Jenis-jenis polusi
Berdasarkan lingkungan kerja, maka polusi dapat dikelompokkan menjadi :
a. Polusi/pencemaran udara.
Pencemaran udara adalah adanya zat-zat pencemar baik fisik, kimia atau biologi di udara yang jumlahnya membahayakan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan, mengganggu kenyamanan dan juga menyebabkan kerusakan properti.
Sumber-sumber pencemaran udara yaitu :
1) Kegiatan manusia
Kegiatan manusia yang dapat menyebabkan pencemaran udara antara lain :
a) Transportasi
b) Pembangkit listrik
c) Pembakaran
2) Sumber alami, meliputi :
a) Aktifitas gunung berapi
b) Rawa-rawa
c) Kebakaran hutan
3) Sumber-sumber lain, misalnya :
a) Uap pelarut organik
b) Timbunan gas metana dari lahan uruk/tempat pembuangan akhir sampah
Berikut ini adalah beberapa macam zat pencemar udara :
| PENCEMAR | SUMBER |
| Karbon monoksida (CO) | Buangan kendaraan bermotor, beberapa proses industri |
| Sulfur dioksida (SO2) | Panas dan aktifitas pembangkit listrik |
| Partikular matter | Buangan kendaraan bermotor, beberapa proses industri |
| Nitrogen oksida | Buangan kendaraan bermotor, panas |
| Ozon (O3) | Terbentuk di atmoster |
Pencemar udara berdasarkan substansinya dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
1) Pencemar primer, yaitu substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, misalnya karbondioksida sebagai hasil pembakaran.
2) Pencemar sekunder, yaitu substansi pencemar yang terbentuk setelah pencemar primer bereaksi di atmosfer, misalnya pembentukan ozon.
Udara yang tercemar dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada kesehatan pada manusia, misalnya gangguan pernapasan, TBC dll. Untuk itu kualitas udara harus terus dijaga agar tidak mengganggu kesehatan.
Kualitas udara adalah mutu atau tingkat kebaikan udara menurut sifat-sifat unsur pembentuknya.
Pemerintah dengan Kementrian Lingkungan Hidup melakukan pemantauan kualitas udara yang ditunjukkan dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Berikut ini kategori nilai Indeks Standar Pencemar Udara :
| Nilai Indeks | Kualitas Udara |
| Kurang dari 51 | Baik |
| 51 - 100 | Sedang |
| 101 - 199 | Tidak sehat |
| 200 – 299 | Sangat tidak sehat |
| Lebih dari 300 | Berbahaya |
b. Polusi/pencemaran air
Pencemaran air merupakan keadaan berkurangnya/turunnya kualitas air sampai pada tingkat tertentu yang mengakibatkan air tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Penyebab terjadinya pencemaran air digolongkan menjadi dua, yaitu :
1) Pencemaran dari sumber langsung, meliputi :
- limbah industri dan tempat pembuangan akhir (TPA)
- sampah organik dan anorganik
2) Pencemaran dari sumber tidak langsung, meliputi :
- Limbah pertanian dari pupuk dan pestisida
- Hujan asam
Pencemaran air ditandai dengan :
1) Adanya penurunan pH air
2) Kenaikan suhu
3) Perubahan warna, bau dan rasa
4) Timbulnya endapan, koloid dan bahan terlarut
5) Mikroorganisme
6) Meningkatnya radioaktifitas air lingkungan
Komponen-komponen pencemaran air antara lain, sbb :
1) Bahan buangan padat, yang terdiri dari :
- Perlarutan bahan buangan padat oleh air
- Pengendapan bahan buangan padat di dasar air
- Pembentukan koloid yang melayang di dalam air
2) Bahan buangan organik
Apabila bahan buangan organik masuk ke air maka populasi mikroorganisme di dalam air meningkat dan tidak menutup kemungkinan bakteri patogen juga ikut berkembang biak.
3) Bahan buangan anorganik
Kandungan ion kalsium (Ca) dan ion magnesium (Mg) di dalam air menyebabkan air bersifat sadah. Kesadahan air yang tinggi dapat merugikan karena dapat merusak peralatan yang terbuat dari besi, yaitu proses pengkaratan (korosi). Apabila ion-ion logam yang terjadi di dalam air berasal dari logam berat maupun logam yang bersifat racun seperti Pb, As dan Hg maka air tersebut sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
4) Bahan buangan olahan bahan makanan
Air lingkungan yang mengandung bahan buangan olahan makanan akan mengandung banyaj mikroorganisme, termasuk juga bakteri patogen.
5) Bahan buangan cairan berminyak
Minyak tidak dapat larut di dalam air, melainkan akan mengapung di atas permukaan air. Bahan buangan cairan berminyak yang dibuang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air.
Tugas :
Carilah informasi melalui internet tentang COD (Chemichal Oxygen Demand) dan BOD (Biologycal Oxigen Demand) !
KEGIATAN BELAJAR 7
a. Pencemaran tanah
Sebagaimana udara dan air, tanah merupakan komponen penting dalam hidup kita. Tanah berperan penting dalam pertumbuuhan makhluk hidup, memelihara ekosistem dan memelihara siklus air. Kasus pencemaran tanah terutama disebabkan oleh pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat (ilegal dumping).
1) Penyebab pencemaran tanah adalah :
a) Faktor internal
Pencemaran yang disebabkan oleh peristiwa alam, seperti letusan gunung berapi yang memuntahkan debu, pasir, batu dan bahan vulkanik lainnya yang menutupi dan merusakkan tanah sehingga tanah menjadi tercemar.
b) Faktor eksternal
Pencemaran tanah karena ulah dan aktifitas manusia, antara lain :
- Sampah-sampah anorganik yang sukar hancur
- Pupuk buatan
- Detergen
- Zat kimia dari buangan pertanian
- Sampah radioaktif
2) Jenis-jenis polusi tanah
Polusi tanah dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a) Polusi sedimen
Adalah pencemaran yang disebabkan bahan-bahan padat. Polusi sedimen mengakibatkan pendangkalan sungai, air menjadi keruh, tanah menjadi tidak subur, dsb.
b) Polusi kimia
Adalah pencemaran yang disebabkan adanya senyawa kimia dalam tanah. Polusi kimia dibagi menjadi 2, yaitu :
- Polusi kimia oleh pupuk
- Polusi kimia oleh pestisida
b. Pencemaran suara
Bunyi atau suara merupakan gelombang longitudinal yang merambat melalui medium atau zat perantara yaitu zat padat, cair dan gas. Berdasarkan frekuensinya, suara dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :
3) Infrasonik
Adalah suara yang memiliki frekuensi < 20 Hz.
4) Audiosonik
Suara yang memiliki frekuensi antara 20 – 20.000 Hz.
5) Ultrasonik
Suara yang memilki frekuensi > 20.000 Hz
Pencemaran suara bersifat :
1) Subyektif
Polusi suara disebut sebagai pencemaran yang berupa kebisingan atau tidak tergantung dari penilaian masing-masing individu.
2) Setempat dan sporadis
Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran suara :
| Tipe | Uraian | |
| Akibat-akibat badaniah | Kehilangan pendengaran | - Perubahan ambang batas sementara akibat kebisingan. - Perubahan ambang batas permanen akibat kebisingan |
| Akibat-akibat fisologis | - Rasa tidak nyaman atau stress meningkat. - Tekanan darah meningkat - Sakit kepala | |
| Akibat-akibat psikologis | Gangguan emosional | - Kejengkelan, kebingungan |
| Gangguan gaya hidup | - Gangguan tidur atau istirahat - Hilang konsentrasi waktu bekerja | |
| Gangguan pendengaran | - Merintangi kemampuan mendengarkan radio, TV, telepon, dsb | |
3. Pengertian polutan
Polutan adalah zat atau bahan yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Suatu zat dapat digolongkan sebagai polutan jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1) Jumlahnya melebihi jumlah normal
2) Berada pada waktu yang tidak tepat
3) Berada pada tempat yang tidak tepat
4. Jenis Polutan berdasarkan senyawa, sifat dan wujudnya.
1) Menurut senyawanya :
a) Polutan kimiawi
Merupakan pencemaran yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia. Yang termasuk bahan kimia antara lain :
- sabun, detergen, shampo, bahan pembersih, dll.
- Insektisida
- Zat warna kimia
- Larutan penyamak kulit
- Zat radioaktif
b) Polutan biologi
Pencemaran biologi biasanya disebabkan oleh mikroorganisme
c) Polutan fisik
Pencemaran ini biasanya disebabkan oleh barang-barang yang terbuat plastik, logam, kaleng, botol, kaca, karet. Polutan fisik ini merupakan barang-barang yang dapat didaur ulang atau digunakan lagi
2) Menurut sifatnya :
a) merusak untuk sementara
Sifat merusak yang ditimbulkan polutan hanya sementara, setelah bereaksi dengan zat lingkungan tidak menimbulkan efek merusak lagi.
b) Merusak untuk jangka waktu lama
Diperlukan waktu lama untuk zat-zat tertentu sampai dapat dilihat efek merusaknya.
3) Berdasarkan wujudnya
a) Polutan padat
b) Polutan cair
c) Polutan gas.
Evaluasi 6 :
1. Jelaskan tentang 2 penyebab pencemaran tanah !
2. Apa yang dimaksud dengan polusi sedimen ?
3. Sebutkan 3 syarat sehingga suatu zat digolongkan sebagai polutan !
4. Jelaskan jenis-jenis polutan berdasarkan sifatnya !
KEGIATAN BELAJAR 8
IV. PENGELOLAAN LIMBAH
1. Pengelolaan sampah
Ada beberapa tahapan dalam pengelolaan sampah padat yang baik, diantaranya :
a. Tahap pengumpulan dan penyimpanan di tempat sumber
Sampah yang ada di lokasi sumber ditempatkan dalam tempat penyimpanan sementara, dalam hal ini tempat sampah. Sampah basah dan sampah kering sebaiknya dikumpulkan dalam tempat yang terpisah untuk memudahkan pemusnahannya. Tempat penyimpanan sementara (tempat sampah) yang digunakan harus memenuhi pasyaratan sbb :
1) Konstruksi harus kuat dan tidak mudah bocor
2) Memiliki tutup dan mudah dibuka tanpa mengotori tangan.
3) Ukuran sesuai sehingga mudah diangkut oleh satu orang.
Dari tempat penyimpanan ini, sampah dikumpulkan kemudian dimasukkan kedalam dipo (rumah sampah)
b. Tahap pengangkutan
Dari dipo, sampah diangkut ke tempat pembuangan akhir atau pemusnahan sampah dengan mempergunakan truk pengangkut sampah.
c. Tahap pemusnahan.
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk memusnahkan sampah antara lain :
1) Sanitary landfill
Pemusnahan sampah dilakukan dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang dilakukan selapis demi selapis.
Ada 3 metode yang dapat digunakan dalam teknik ini :
a) Metode galian parit
Sampah dibuang kedalam galian parit yang memanjang. Tanah bekas galian digunakan untuk menutup parit tersebut. Sampah yang ditimbun dan tanah penutup dipadatkan dan diratakan kembali. Setelah satu parit terisi penuh, dibuat parit baru disebelah parit terdahulu.
b) Metode area
Sampah dibuang di atas tanah seperti pada tanah rendah, rawa-rawa atau pada lereng bukit kemudian ditutup dengan lapisan tanah yang diperoleh dari tempat tersebut.
c) Metode ramp
Merupakan teknik gabungan dari kedua metode diatas. Prinsipnya adalah bahwa penaburan lapisan tanah dilakukan setiap hari dengan tebal lapisan sekitar 15 cm diatas tumpukan sampah.
2) Incineration
Merupakan suatu metode pemusnahan sampah dengan cara membakar sampah secara besar-besaran dengan menggunakan fasilitas pabrik.
3) Composting
Pemusnahan sampah dengan cara memanfaatkan proses dekomposisi zat organik oleh kuman-kuman pembusuk pada kondisi tertentu.
Tahap-tahap pembuatan kompos :
- pemisahan benda-benda yang tidak dapat dipakai sebagai pupuk seperti gelas, kaleng, besi, dsb.
- Penghancuran sampah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil.
- Pencampuran sampah dengan memperhatikan kadar karbon dan nitrogen yang baik (C : N = 1 : 30)
- Penempatan sampah dalam galian tanah yang tidak begitu dalam. Sampah dibiarkan terbuka agar terjadi proses aerobik.
- Pembolak-balikan sampah 4 – 5 kali selama 15 – 21 hari agar pupuk dapat terbentuk dengan baik.
4) Hot feeding
Pemberian garbage kepada hewan ternak(mis. Babi), tetapi sampah tersebut harus diolah lebih dahulu untuk mencegah penularan penyakit cacing ke hewan ternak.
5) Discharge to sewers
Sampah dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam sistem pembuangan air limbah.
6) Dumping
Sampah dibuang atau diletakkan begitu saja di tanah lapang, jurang atau tempat sampah.
7) Dumping in water
Sampah dibuang kedalam air sungai atau laut.
8) Individual inceneration
Pembakaran sampah secara perorangan ini biasa dilakukan oleh penduduk terutama di daerah pedesaan.
9) Recycling
Pengolahan kembali bagian-bagian dari sampah yang masih dapat dipakai atau daur ulang.
10) Reduction
Menghancurkan sampah (biasanya dari jenis garbage) sampai ke bentuk yang lebih kecil
11) Salvaging
Pemanfaatan sampah yang dapat dipakai kembali misalnya kertas bekas.
2. Pengelolaan air limbah
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengelola air limbah, diantaranya :
a. Pengenceran (disposal by dilution).
Air limbah dibuang ke sungai, danau atau laut agar mengalami pengenceran. Dengan cara ini air limbah akan mengalami purifikasi alami. Apabila hanya cara ini yang dapat diterapkan, maka persyaratan – persyaratan berikut ini harus dipenuhi :
1) air sungai atau danau tidak boleh digunakan untuk keperluan lain.
2) Volume air mencukupi sehingga pengenceran berlangsung kurang dari 30–40 kali.
3) Air harus cukup mengandung oksigen.
b. Cesspool
Bentuknya menyerupai sumur pada tanah yang porous (berpasir) agar air buangan mudah meresap ke dalam tanah.
c. Sumur resapan (seepage pit)
Merupakan sumur tempat menampung air limbah yang telah mengalami pengolahan dalam sistem lain.
d. Septic tank
Septic tank memilki 4 bagian, antara lain :
1) ruang pembusukan
2) ruang lumpur
3) dosing chamber
4) bidanng resapan
e. Sistem riool
Sistem riool menampung semua air kotor dari rumah maupun dari perusahaan dan terkadang menampung kotoran dari lingkungan.
Evaluasi 8 :
- Jelaskan 3 metode yang digunakan dalam sanitary landfill !
- Bagaimanakah persyaratan tempat penampungan sementara (tempat sampah) yang baik !
- Apa yang dimaksud dengan metode disposal by dilution ?
- Sebutkan bagian-bagian septic tank !
- Jelaskan keuntungan dan keruguan metode dumping in water !


0 komentar:
Posting Komentar