Dalam instalasi sistem operasi berbasis Linux biasanya digunakan partisi yang cukup banyak yaitu /root, /boot, /home, /var, /usr dan swap. Setelah proses partisi selesai dilakukan baik secara otomatis maupun manual, maka proses selanjutnya adalah pemilihan BootLoader. Boot loader merupakan software yang pertama kali dijalankan ketika komputer pertama kali dinyalakan. Software ini berfungsi pada saat loading dan transfer control untuk mengoperasikan sistem kernel software. Pengaturan boot loader mempunyai peranan yang penting jika komputer yang akan diinstal mempunyai sistem operasi lain maka dapat dipilih sistem operasi mana yang akan digunakan. Redhat 9 menyediakan dua softwareboot loader yaitu GRUB dan LILO. Sistem operasi Redhat Linux memerlukan setting konfigurasi jaringan. Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi jenis network device yang sesuai. Selanjutnya masukkan alamat IP dan netmask. Contoh penomoran IP Address adalah 192.168.10.100 Sedangkan untuk Subnetmask 255.255.255.0 Pengaturan IP Address dan Subnet Mask harus disesuaikan dengan konfigurasi LAN yang dibangun agar masing-masing komputer dapat bekerja dengan baik. Konfigurasi Fire Wall Untuk meningkatkan keamanan komputer pada network, Redhat Linux menyediakan Firewall Protection.Kita dapat memilih tingkat keamanan yang diiginkan seperti pada gambar di atas. Di sini disediakan 3 tingkat keamanan yaitu • High: Tingkat keamanan ini hanya membolehkan koneksi sesuai dengan defult setting sehingga hanya dapat melakukan koneksi dengan DNS replies dan DHCP • Medium: Tingkat mediium memberikan batasan-batasan koneksi terhadap source tertentu dalam sistem. • No Firewall: Pemilihan tingkat keamanan No Firewall dapat dilakukan jika yakin bahwa sistem berada dalam jaringan yang dapat dipercaya. Pengaturan Waktu: Pengaturan waktu harus dilakukan agar waktu yang ditunjukkan pada komputer sesuai dengan tempat dimana komputer diletakkan. Pengaturan User: Setel`h proses instalasi maka akan muncul setting pasword root (administrator jaringan). Pada proses ini diperlukan pengaturan pasword root (administrator). Setelah password root ditentukan langkah berikutnya merupakan proses pengkopian file-file yang diperlukan ke dalam hardisk sampai proses instalasi selesai dengan ditandai tampilan yang menyatakan bahwa proses instalasi telah selesai. a. Rangkuman 3 1) Proses intalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM dimulai dengan melakukan setting BIOS agar booting pertama kali dari CD 2) Untuk masuk ke menu instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan mode text, pada menu utama [ketik Linux] Text lalu tekan [Enter] untuk masuk ke dalam proses instalasi. 3) Dalam proses instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 diperlukan partisi hardisk yang dapat dilakukan secara otomatis maupun manual dengan Disk Druids menjadi beberapa partisi antara lain /root , /usr, /home, /var dan swap. 4) Proses intalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan mode textsama mudahnya dengan mode grafik. b. Tugas 3 1) Pelajari buku manual proses instalasi Redhat Linux 9 secara mendalam untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam. 2) Pelajari macam-macam hardware komputer yang ada sehingga proses instalasi sistem operasi menjadi lancar. 3) Pelajari bagaimana setting BIOS yang berhubungan dengan proses instalasi. c. Tes Formatif 3 1) Jelaskan urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM ! 2) Buatlah partisi hardisk anda menjadi 5 buah dengan spesifikasi sebagai berikut : /root, swap, /usr, /home dan /var 3) Instal komputer dengan sistem opoerasi Redhat Linux dengan mode text. d. Kunci Jawaban Formatif 3 1) Urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM yaitu : Melakukan setting BIOS agar boot dari CD-ROM, Memasukkan CD # 1 Master Redhat Linux 9 ke dalam CD-ROM dan lakukan boot ulang, Pilih mode instalasi , Lakukan pemilihan bahasa, keyboar, mouse dan lainnya, Buatlah partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu /root dan swap, Ikuti proses instalasi sampai selesai, Boot ulang komputer. 2) Partisi dapat dibuat dari proses instalasi Redhat Linux 9 atau dengan program lain seperti fdisk dari DOS, Partisi Magic atau program lainnya. 3) Lihat materi 3. 4. Kegiatan Belajar 4 : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan Sistem Operasi Jaringan 1) Konfigurasi Sistem: pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta diklat berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana.Setelah sistem operasi Redhat Linux 9 terinstal ke hardisk, pada saat pertama kali sistem dijalankan maka akan muncul tampilan mode text sebagai berikut. Localhost login: Tuliskan nama user yang anda buat pada waktu instalasi lalu tekan Misal nama login adalah “root” dengan password “denmas” Tombol [Enter] maka tampilan akan nampak seperti berikut : admins login : root password : ****** Jika login dan password anda telah diisi dengan benar, maka proses login sudah berhasil dan akan muncul tampilan shell prompt mode text. 2) Instalasi DNS (Domain Name Server) Layanan yang paling fundamental pada jaringan internet adalah Name Service.Layanan ini berfungsi untuk menterjemahkan nama host menjadi alamat IP. Sebagai contoh jika anda ingin terhubung dengan komputer dalam jaringan internet yang mempunyai alamat IP 202.134.0.55, anda cukup menuliskan http://www.telkom.net.id. Alamat IP yang berupa kode bilangan sangat susah untuk diingat dibanding dengan alamat web site. Dengan adanya DNS akan sangat membantu untuk berhubungan dengan komputer dalam jaringan tanpa perlu mengetanui alamat IP-nya. Untuk menjalankan DNS, diperlukan paket-paket BIND yang harus terinstal. Pada RedHat 9.0 paket BIND yang diperlukan antara lain bind-9.2.1-16.i386.rpm redhat-config-bind-1.9.0-13.noarch.rpm bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm Sebelumnya check terlebih dahulu apakah package-package yang dibutuhkan sudah terinstal, yaitu dengan perintah : [root@server root]# rpm -qa | grep bind bind-9.2.1-16 redhat-config-bind-1.9.0-13 bind-utils-9.2.1-16 [root@server root]# rpm -qa | grep nameserver caching-nameserver-7.2-7 Jika package-package tersebut belum terinstal maka untuk melakukan instalasi pada RedHat Linux 9, dilakukan langkah-langkah berikut : a) Mount CD-ROM dengan perintah[root@server root]# mount /mnt/cdrom b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut diletakkan, misal ada pada direktori /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/ c) Lakukan instalasi dengan perintah[root@server root]# rpm -Uvh bind-9.2.1-16.i386.rpm redhat-config-bind-1.9.0-13.noarch.rpm bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm Preparing... ######################################## [100%] 1:caching-nameserver ######################################## [100%] 2:bind ######################################## [100%] 3:bind-utils ######################################## [100%] 4:redhat-config-bind ######################################## [100%] d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan e) Lihat file yang telah terinstal dengan perintah[root@server root]# rpm –ql bind | less 3) Instalasi Web Server ApacheLinux Redhat 9 menyediakan layanan web server Apache yang dapat menjalankan program web berbasis HTML maupun PHP. Untuk melakukan instalasi web server Apache dan PHP dapat dilakukan sebagai berikut :Untuk melakukan kompilasi program apache terlebih dahulu source program apache yang terdapat pada direktori /home/admin/src diekstrak, kemudian file yang dibutuhkan untuk mem-patch apache dimasukkan ke dalam direktori hasil ekstrak source program apache. Langkah-langkahnya adalah seb`gai berikut : $ cd ~/src $ tar xzf /httpd-2.0.48.tar.gz $ cd httpd-2.0.48 $ cp ~/src/suexec-patch . Kemudian langkah kompilasi apache 2 dengan patch suEXEC dilakukan dengan perintah-perintah : $ patch –pl < suexec-patch $ ./configure –prefix=/opt/httpd –enable-suexec –with-suexec-caller=apache –enable-info $ && su –c make\ install Hasil kompilasi tersebut terletak pada direktori /opt/httpd, dan agar hanya user yang berhak saja yang dapat menjalankan apache, perlu dibuatkan user khusus yang memiliki direktori ini.Perintah yang digunakan : # /usr/sbin/useradd –u 330 –s /bin/true –d /opt/httpd apache # chown –R apache.apache /opt/httpd/htdocs 4) Instalasi Database Server MySQL: Database merupakan layanan yang sangat penting dalam pembangunan sistem informasi. Suatu instansi seperti bank, universitas, kantor pajak, kepolisian, perusahaan telekomunikasi dan lainnya hampir dapat dipastikan membutuhkan server database untuk menyimpan dan mengorganisasi data-datanya. Untuk melakukan instalasi database server MySQL, sebelumnya perlu dicek apakah package-package yang dibutuhkan sudah terinstal dengan perintah : [root@server root]# rpm -qa | grep mysql mysql-server-3.23.54a-11 mysql-3.23.54a-11 mod_auth_mysql-1.11-12 php-mysql-4.2.2-17 Apabila package-package tersebut belum terinstal maka untuk melakukan instalasi pada RedHat 9.0, dilakukan langkah-langkah berikut : a) Mount CD-ROM dengan perintah[root@server root]# mount /mnt/cdrom b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut diletakkan, misal ada pada direktori /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/ c) Lakukan instalasi dengan perintah [root@server root]# rpm -Uvh mysql-server-3.23.54a-11.i386.rpm mysql-3.23.54a-11.i386.rpm mod_auth_mysql-1.11-12.i386.rpm php-mysql-4.2.2-17.i386.rpm Preparing... ######################################### [100%] 1:mod_auth_mysql ######################################### [100%] 2:mysql ######################################### [100%] 3:mysql-server ######################################### [100%] 4:php-mysql ######################################### [100%] d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan e) Lihat file yang telah terinstall dengan perintah[root@server root]# rpm –ql mysql | less a. Rangkuman 4 1) Pada saat pertama kali menjalankan sistem operasi Redhat Linux 9 maka akan muncul menu shell prompt yang akan menanyakan nama login dan password. Dengan mengisi nama login dan password dengan benar baik sebagai user maupun administrator maka kita akan masuk ke dalam mode text Linux 2) Login ke sistem sebagai root mempunyai bahaya yang sangat besar karena dengan login sebagai root dapat melakukan apa saja ke sistem, sehingga jika tidak terlalu penting lebih baik login sebagai user. 3) Redhat Linux 9 menyediakan package yang cukup banyak dalam CD distribusinya antara lain adalah DNS Server, Apache Web Server, MySQL Server dan lain sebagainya. 4) Apache Server berfungsi sebagai server web jika komputer ingin dihubungkan dalam bentuk web. 5) MySQL Server merupakan server basis data yang dapat digunakan untuk mengelola data dalam jaringan baik berbasis LAN maupun web. b. Tugas 4 1) Buatlah user baru dengan nama bebas dan password juga bebas tetapi pastikan pada saat mengisi password dan retype password harus sama. 2) lakukan instalasi Apache Web Server dan MySQl Server pada komputer. 3) Pelajari lebih mendalam mengenai Apache Web Server, MySQL Server, Telnet, SSH dan Webmail. c. Tes Formatif 4 1) Sebutkan ada berapa pengguna yang dapat menggunakan sistem operasi jaringan dan tentukan kewenangan masing-masing pengguna terbut. 2) Jelaskan bagaimana cara membuat user baru dan menentukan hak akses bagi user tersebut. d. Kunci Jawaban Formatif 4 1) Ada 2 pengguna dalam sistem operasi jaringan yaitu administrator jaringan dan user. User merupakan pengguna yang diberi hak yang terbatas oleh administrator untuk melakukan pengoperasian ke dalam komputer. Sedangkan administrator merupakan pengguna tertinggi dalam sistem operasi jaringan. 2) Cara membuat user adalah anda harus login sebagai administrator lalu masuk ke dalam menu add user. Tentukan login user dan passwordnya serta hak akses yang diperbolehkan kepada user tersebut A. PERTANYAAN 1. Sistem operasi apa sajakah yang dapat digunakan sebagai server dalam jaringan ! 2. Dalam melakukan instalasi sistem operasi Redhat Linux 9, hal-hal apa sajakah yang harus diperhatikan ? 3. Sebutkan dan jelaskan keuntungan dan kerugian beberapa metoda instalasi Redhat Linux 9 4. Instal sistem operasi jaringan Redhat Linux 9 ke hardisk dengan mode text B. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan instalasi Redhat 9 adalah : a. Pemilihan Versi RedhatKarena terdapat varian Redhat maka perlu dipilih varian mana yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi pekerjaan b. Pemilihan mode instalasi: Mode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menu-menu program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini memerlukan dukungan hardware yang bagus.Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih mode text untuk mempercepat proses instalasi c. Pemilihan metode instalasi: Redhat Linux menyediakan beberapa cara instalasi yaitu dengan CD-ROM, melalui hard disk, Melalui NFS, FTP maupun HTTP. Proses instalasi melalui CD-ROM dan hard disk lebih baik karena lebih mudah dan cepat. d. Penomoran TCP/IP: Setelah peserta diklat melakukan instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dengan benar, kemudian dapat mengeceknya apakah sistem operasi yang telah diinstal dapat bekerja sesuai dengan yang diiginkan. 3. Beberapa Metoda Instalasi Redhat Linux 9 Metode CD-ROM: Kelebihan : Mudah dan cepat Kelemahan : perlu hati-hati dengan pemilihan CD karena CD kadang sering mengalami kerusakan sehingga dalam proses instalasi sering tidak berhasil Metode Hard Disk: Kelebihan : Proses cepat Kelemahan : diperlukan kapasitas Hard disk yang besar Metode NFS Image: Kelebihan : tidak perlu CD-ROM dan kapasitas hard disk yang besar Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik Metode FTP:Kelebihan : hampir sama dengan NFS Image Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik Metode HTTP: Kelebihan : hampir sama dengan NFS Image Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik 4. Lihat proses dan hasilnya 2. Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node. Karakteristik topologi Bus adalah: b. merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. c. Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi d. Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data). e. Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti f. Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal. Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah: 1. Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card):Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA a. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC dan RJ45 b. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC 2. Kabel dan konektor : Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps. Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap. Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni: a) Konektor BNC :Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial. b) TerminatorBNC: Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm. c) TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan. Jenis-jenis Konektor BNC : a. Konektor BNC, b. Terminator BNC, c. T BNC 1) Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star :Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.Panjang kabel tidak harus sesuai (matching).Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan. Karateristik topologi Star adalah: a) Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi. b) Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node. c) Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain d) Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah: a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card):Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI. a. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor BNC dan RJ45 b. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor RJ 45 b) Kabel dan Konektor :Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orange-putih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biru-putih biru). Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools. b. Rangkuman 1 1) Sebelum melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer workstation (client) yang bermasalah diperlukan peralatan dan harus diketahui jenis topologi jaingan yang di gunakan oleh komputer workstation (client) tersebut. 2) Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan komputer adalah: i. Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card) ii. Kabel dan Konektor iii. Switch/Hub 3) Kabel UTP (Unshilded Twisted Pair) merupakan salah satu kabel untuk menghubungkan komputer dalam jaringan komputer dengan topologi Star dan yang paling banyak digunakan. 4) Kabel UTP dihubungkan dengan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel digunakan tang khusus yang dikenal dengan nama Cramping tools, sedangkan untuk kabel Coaxial dihubungkan dengan konektor BNC. c. Tugas 1 4) Amati Jaringan yang hendak perbaiki konektifitasnya dan catatlah! 5) Catatlah jenis, fungsi dan karakteristik peralatan dan bahan yang digunakan dalam jaringan dengan topologi Star maupun jaringan dengan topologi Bus. 6) Catat Kebutuhan alat dan bahan sesuai dengan topologi jaringan yang hendak diperbaiki konektifitasnya! d. Tes Formatif 1 4) Mengapa kabel UTP jangkauannya untuk membangun jaringan lebih pendek apabila dibandingkan dengan kabel coaxial? Jelaskan? 5) Apa yang dimaksud dengan terminator dan apa fungsinya pada jaringan dengan Topologi Bus? e. Kunci Jawaban Formatif 1 4) Karena kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Sedangkan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul interferensi listrik yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut, sehinga bila digunakan dalam kabel yang panjang interferensi listrik akan semakin tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam sistem jaringan tersebut. 5) Terminator adalah konektor yang digunakan dalam sistem jaringan dengan topologi Bus. Terminator mempunyai nilai tahanan 50 ohm. Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus. Apabila terdapat terminator pada kartu jaringan (LAN Card) dalam sebuah sistem jaringan dengan topologi bus berarti bahwa komputer tersebut merupakan ujung dari sebuah jaringan yang dibangun. f. Lembar Kerja 1 Alat dan bahan : Kabel coaxial, konektor BNC, T BNC, Terminator BNC, Kabel UTP, Konektor RJ45, Tang (Cramping tools). Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar. 8) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran listrik ketubuh (tersengat listrik) 9) Letakkan peralatan dan bahan pada tempat yang aman. 10) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar. Langkah Kerja 11) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman. 12) Periksa semua bahan dan peralatan dalam kondisi yang baik. 13) Catat jenis fungsi dan karakteristik peralatan serta bahan yang digunakan dalam jaringan denga topologi star maupun jaringan dengan topologi Bus. 14) Buatlah pengkabelan Coaxial menggunakan konektor BNC dengan baik. 15) Buatlah pengkabelan untuk kabel UTP model kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable) 16) Setelah selesai rapikan dan bersihkan tempat praktek Kegiatan Belajar 2 : Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan.Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama. Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni: 1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard: Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP. Pemasangan kartu jaringan dapat terlihat seperti gambar berikut: 2. Kartu jaringan model PCI 3. Motherboard 4. Kartu jaringan model ISA 2) Pemasangan Kabel pada Konektor a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas.Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak.Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC.Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter. b) Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45. Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu: i. Kabel Lurus (Straight Cable) Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch. Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut: Konektor 1 Pinout Konektor 2 Pinout Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 1 _____________________ 1 2 _____________________ 2 3 _____________________ 3 4 _____________________ 4 5 _____________________ 5 6 _____________________ 6 7 _____________________ 7 8 _____________________ 8 Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat ii. Kabel Silang (Crossover Cable) Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub. Skema kabel silang (Crossover Cable )adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut: Konektor 1 Pinout Konektor 2 Pinout Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 1--------------------------------- 1 2 -------------------------------- 2 3 -------------------------------- 3 4 -------------------------------- 4 5 -------------------------------- 5 6 -------------------------------- 6 7 -------------------------------- 7 8 -------------------------------- 8 Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan.Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. b) Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Gambaran pemasangan kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah sebagai berikut: 4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup. Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara: a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card) Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara: Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel Setelah kartu jaringan terdeteksi atau terinstal dengan benar maka langkah selanjutnya adalah setting protocol yang digunakan. b) Pemilihan Protocol Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut: 1. Memilih add pada configuration Network 2. Memilih protocol 3. Klik add 4. Pilih TCP/IP 5. Klik OK Pemilihan protocol untuk dapat melakukan pengalamatan IP Address dan subnet mask. c) Pengisian IP Address dan Subnetmask IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama. • Kelas Alamat IP Address IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak.Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu: • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet. Kelas A Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host. N = NetId, H = HostId Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId. Karakteristik Kelas A: Bit pertama : 0 panjang NetlD : 8 bit Panjang HostlD : 24 bit Byte pertama : 0-127 Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan) Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A Kelas B Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host. N = NetId, H = HostId Karakteristik Kelas B: 2 Bit pertama : 10 panjang NetlD : 16 bit Panjang HostlD : 16 bit Byte pertama : 128-191 Jumlah : 16.384 kelas B Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B Kelas C Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 256 host. N = NetId, H = HostId IP Addrress Kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil. Karakteristik Kelas C: 3 Bit pertama : 110 Panjang NetlD : 24 bit Panjang HostlD : 8 bit Byte pertama : 192-223 Jumlah : 256 kelas B Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C Subnetmask Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local. Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address. Tabel subnetmask Kelas IP Address Bit Subnet Subnet mask A 11111111 00000000 00000000 00000000 255.0.0.0 B 11111111 11111111 00000000 00000000 255.255.0.0 C 11111111 11111111 11111111 00000000 255.255.255.0 Untuk lebih mempermudah pengalamatan IP address lebih disarankan pemberian normor dilakukan dengan berurutan. Pilih TCP/IP 1. Klik Propertis 2. Pilih specify an IP Address Dengan penomoran IP Address yang berurutan akan mempermudah dalam mengingat dan proses perawatannya. d) Pemilihan Workgroup Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut. Untuk penentuan Workgroup dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai betikut:. Langkah Perubahan Workgroup 1. Pilih Identification 2. Menu perubahan workgroup Setelah selesai Konfigurasi konektifitas secara hardware dan software maka tindakan perbaikan boleh dibilang selesai tinggal meakukan pengujian saja. Komputer kemudian akan restart dan muncul kotak dialog untuk pengisian user name dan password. Rangkuman 2 Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN (Local Area Network). Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut: 1) Pemasangan Kartu Jaringan 2) Pemasanga Kabel pada konektornya 3) Pemasangan kabel pada jaringan 4) Penginstalan driver kartu jaringan (LAN Card) 5) Pemilihan jenis protocol 6) Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan 7) Pemilihan Workgroup g. Tugas 2 4) Amati pemasangan kartu jaringan pada motherboard yang baik. 5) Buatlah pengkabelan pada kabel Coaxial dengan konektor BNC 6) Buatlah pengkabelan pada kabel UTP Kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable)? Tes Formatif 2 4) Apa kelebihan dan kekurangan dari kabel jenis Coaxial dan UTP dalam sistem jaringan? 5) Apa perbedaan pengiriman data dan penerimaan data menggunakan kabel UTP model Kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable) 6) Apakah dalam setting konfigurasi komputer client terdapat perbedaan? Dimana perbedaannya dan kenapa? h. Kunci Jawaban Formatif 2 4) Kelebihan kabel Coaxial dalam sistem jaringan adalah kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Memiliki jangkauan yang panjang mencapai 300 m dalam satu jaringan. Kelemahan kabel Coaxial adalah Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) besar. Sedangkan kabel UTP keuntungannya adalah kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) tidak terjadi karena kabel data terpisah dan semua arus data ditangani oleh hub/switch.Kelemahan kabel UTP terjadinya interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel).Dalam kabel UTP timbul interferensi listris yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut.Daya jangkau kabel UTP 100 m dalam satu sistem jaringan. 5) Pengiriman data dengan model kabel lurus adalah data dikirimkan ke hub/switch baru dari hub dikembalikan. Pengiriman data oleh Network Adapter akan diterima sebagai signal pengiriman data oleh Hub/switch dan penerima data di Network Adapter dan Penerimaan data oleh Hub/switch. Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari komputer ke komputer seperti dalam sekema berikut:Pengiriman data oleh Network Adapter komputer 1 akan diterima sebagai sinyal penerima di Network Adapter komputer 2 dan Penerimaan data oleh Network Adapter komputer 1 adalah merupakan pengiriman data oleh Network Adapter komputer 2. 6) Setting konfigurasi koputer client terdapat perbedaan. Letak perbedaannya terdapat pada pengisian Computer Name dan pada IP Addressnya. Karena jika terjadi kesamaan nama akan mempersulit kita dalam pengenalan komputer mana yang kita hubungi jika namanya sama. Jika terjadi kesamaan pada IP Address maka dapat menyebabkan terjadinya perebutan alamat yang menyebabkan keduanya sama-sama tidak dapat mengakses sistem jaringan. Kegiatan Belajar 3 : Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni: 1. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan 2. Pengujian konektifitas jaringan 3. Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara: 1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni: a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, c) Pemasangan konektor tidak longgar d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan. 2) Pengujian konektifitas jaringan Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup. Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan. Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap. Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration) IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE seperti tampilan berikut: Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa : 1. Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7 2. Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter. 3. Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73 4. IP Addres adalah 10.1.1.7 5. Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi. Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik, seperti gambar berikut: Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal). Seperti pada gambar berikut: Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik.Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.Langkah Melakuan Sharing Data atau Directory: a. Pilih directory yang akan di sharing data b. Option pilihan sharing data Langkah Melakuan Sharing Printer a. Start setting printer b. Pilih printer yang akan di sharing Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak. Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki seperti pada gambar berikut: 3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan merupakan tindakan untuk melaporkan semua tindakan perbaikan yang dilakukan sampai dengan selesainya.Hal ini untuk mempermudah perawatan selanjutnya. Sistem pembuatan laporan ini secara lengkap yakni meliputi: Landaan teori /dasar teori, Alat dan Bahan ,Langkah kerja , Pengujian, Analisis dan , Kesimpulan c. Rangkuman 3 Pemeriksaan merupakan tindakan untuk melakukan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni: 1) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) dengan apakah telah terpasang dengan baik atau tidak 2) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, 3) Pemasangan konektor tidak longgar 4) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Pengujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang digunakan, IP Address, Subnet mask dan kecepatan akses perbayte serta informasi yang hilang (lost) dalam pengiriman data. pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas jaringan. laporan yang diberikan harus mencakup seluruh jaringan dan sistem jaringan yang dilakukan perbaikan. hal ini untuk mempermudah pemeriksaan dan perawatan selanjutnya. d. Tugas 3 1) Lakukan pemeriksaan jaringan dengan teliti dan benar. 2) Lakukan pengujian pada jaringan dengan cara yang telah anda ketahui pada sistem jaringan yang telah diperbaiki dan catatlah! 3) Susunlah laporan lengkap untuk tindakan perbaikan konektifitas beserta analisis dan kesimpulan. e. Tes Formatif 3 1) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer? 2) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP? f. Kunci Jawaban Formatif 3 1) Informasi yang diperoleh jika pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer adalah: a) Dapat mengetahui komputer saat ini yang masih tersambung dengan sistem jaringan b) Dapat mengetahui drive, Directory, Data, apa yang disharingkan oleh sebuah komputer dalam jaringan tersebut. c) Dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas yang disharingkan oleh komputer tersebut. 2) Informasi apasaja bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP Informasi yang diperoleh adalah: a) Host Name (Nama Komputer) b) Diskripsi Kartu jaringan yang digunakan c) Nomor Physical Adapter d) IP Addres e) Subnet Mask f) Kapasitas pengiriman data g) Waktu yang dibutuhkan 3) Tujuan dilakukan sharing data dan sharing printer adalah agar komputer lainnya dapat mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki termasuk melihat membuka dan lainnya sebatas kewenangan yang kita berikan. 1. Sebutkan urutan dalam perbaikan konektifitas jaringan komputer pada topologi star? 2. Bagaimana cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau belum apa indikasinya jika sudah terhubung? 3. Ada Berapakah Klas IP Address yang paling banyak digunakan dan bagaimana karakteristiknya dan berapa subnet masknya ? C. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Urutan perbaikan konektifitas jaringan komputer dengan topologi star adalah: a. Pemasangan Kartu Jaringan Pada Motherboard b. Pemasangan Kabel UTP pada konektor RJ 45 dengan model kabel lurus (Straight Cable). c. Pemasangan Konektor RJ 45 pada kartu jaringan dan pada Hub. d. Instalasi Driver Kartu jaringan e. Setting dan konfigurasi Kartu jaringan mencakup, jenis Protocol pengisian IP Address, Subnet mask dan penetuan workgroup yang digunakan. 2. cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau belum adalah dengan cara: a. Find Computer pada network neighborhood indikasi bila telah terhubung adalah akan ditemukan Computer name yang sesuai dengan pencarian jika Computer namenya benar. b. Double klik pada icon network neighborhood akan muncul computer name selain computer name milik kita sendiri. c. Windows Explorer pada drive network neighborhood akan muncul computer name selain computer name milik kita sendiri d. PING IP Address komputer lain maka akan mendapatkan balasan balasan pengiriman data bila komputer yangkita hubungi sedang aktif dan dalam sistem jaringan yang sama dengan kita. Sebagai contoh Replay from 10.1.1.1: bytes = 32 time <10 1.="1." 11="11" 12="12" 13="13" 14="14" 15="15" 16="16" 17="17" 18="18" 19="19" 1="1" 2.="2." 20="20" 21="21" 22="22" 23="23" 24="24" 25="25" 26="26" 2:="2:" 3.="3." 3="3" :=":" :kabel=":kabel" :kerusakan=":kerusakan" :kesalahan=":kesalahan" :secara=":secara" :server=":server" :tegangan=":tegangan" :workstation=":workstation" a.="a." ada="ada" adalah:="adalah:" adalah="adalah" adanya="adanya" admin.="admin." admin="admin" administrator="administrator" agar="agar" akan="akan" akandown="akandown" akses="akses" aktif="aktif" alah="alah" alamat="alamat" alas="alas" aliran="aliran" aman.="aman." antar="antar" antara="antara" apabila="apabila" artikan="artikan" artu="artu" atas:="atas:" atau="atau" atkif="atkif" b.="b." bacalah="bacalah" bagaimana="bagaimana" bagi="bagi" bagian="bagian" bahan="bahan" bahwa="bahwa" baik.="baik." baik="baik" banyak="banyak" bekerja="bekerja" belajar.="belajar." belajar="belajar" benar.="benar." benda="benda" berakibat="berakibat" berarti="berarti" berbasis="berbasis" berbeda="berbeda" berdasarkan="berdasarkan" berdo="berdo" berfungsi="berfungsi" berfungsinya="berfungsinya" berhenti.="berhenti." berhubungan="berhubungan" berikut:="berikut:" berisikan="berisikan" berkaitan="berkaitan" berkala.="berkala." berkala="berkala" berkarat="berkarat" berkomunikasi="berkomunikasi" bersihkan="bersihkan" berupa="berupa" besar="besar" biasanya="biasanya" biaya="biaya" bila="bila" bisa="bisa" bnc.="bnc." bnc="bnc" c.="c." card="card" cek="cek" cepat="cepat" client.="client." client="client" coaxial="coaxial" conector.="conector." cukup="cukup" daftar="daftar" dalam="dalam" dan="dan" dapat="dapat" dari="dari" dariprovider="dariprovider" data="data" dekat="dekat" dengan="dengan" di="di" diagnosa="diagnosa" diantaranya="diantaranya" diatas="diatas" diatasi="diatasi" dibagi="dibagi" dibandingkan="dibandingkan" digunakan="digunakan" dihasilkan="dihasilkan" dihubungkan="dihubungkan" dikarenakan="dikarenakan" dikeluarkan="dikeluarkan" dikhususkan="dikhususkan" dilakukan.="dilakukan." dilakukan="dilakukan" dilihat="dilihat" dipakai="dipakai" diperbolehkan="diperbolehkan" disebabkan="disebabkan" disebut="disebut" ditangani="ditangani" diuraikan="diuraikan" down.down="down.down" down="down" elektromagnetik="elektromagnetik" etwork="etwork" faktor-faktor="faktor-faktor" faktor="faktor" fisik="fisik" fungsinya="fungsinya" fungsionalitas="fungsionalitas" gangguan="gangguan" ganguan="ganguan" garis="garis" gejala="gejala" gunakan="gunakan" gunakanlah="gunakanlah" hal="hal" handphone="handphone" hanya="hanya" hardware="hardware" harus="harus" hasil="hasil" hati-hati.="hati-hati." hidup="hidup" hidupkan="hidupkan" hub.="hub." hub="hub" hubungan="hubungan" i.="i." ii.="ii." iii.="iii." indikasi="indikasi" indikator-indikator="indikator-indikator" indikator="indikator" ini="ini" interface="interface" internet="internet" ip="ip" isa="isa" isarat="isarat" istilah="istilah" iv.="iv." jadi="jadi" jangan="jangan" jarang="jarang" jaringan.="jaringan." jaringan.indikator="jaringan.indikator" jaringan.pekerjaan="jaringan.pekerjaan" jaringan="jaringan" jasa="jasa" jenis="jenis" jika="jika" juga="juga" kabel="kabel" kabelnya="kabelnya" kaki="kaki" karena="karena" karet="karet" kartu="kartu" ke="ke" keadaan="keadaan" kegiatan="kegiatan" kelompoknya="kelompoknya" kembali="kembali" kemungkinan="kemungkinan" kerja="kerja" kerusakan="kerusakan" kesabaran="kesabaran" kesalahan="kesalahan" kesehatan="kesehatan" keselamatan="keselamatan" ketelitian="ketelitian" ketubuh="ketubuh" khusus="khusus" kinerja="kinerja" kita="kita" klik="klik" komponen.="komponen." komponen="komponen" komputer.="komputer." komputer="komputer" komunikasi="komunikasi" kondisi="kondisi" konek="konek" konekor="konekor" koneksi="koneksi" konektifitas="konektifitas" konektor.kerusakan="konektor.kerusakan" konektor="konektor" konfigurasi="konfigurasi" korosi="korosi" lain="lain" lainnya="lainnya" lama="lama" lambat.="lambat." lambat="lambat" lampu="lampu" lan="lan" langkah="langkah" lebih="lebih" lembab="lembab" lembar="lembar" letakkan="letakkan" lihat.="lihat." line="line" listrik="listrik" longgar="longgar" magnet="magnet" maka="maka" makanan="makanan" maksimal.down="maksimal.down" masalah="masalah" masing="masing" mask="mask" masuk="masuk" masuklah="masuklah" mati="mati" matikan="matikan" matinya="matinya" maupun="maupun" medan="medan" media="media" melakukan="melakukan" melalui="melalui" meletakkan="meletakkan" memanfaatkan="memanfaatkan" membentuk="membentuk" memberikan="memberikan" membuat="membuat" memerlukan="memerlukan" memilah="memilah" memiliki="memiliki" mempengaruhi="mempengaruhi" mempermudah="mempermudah" memulai="memulai" mencakup="mencakup" mendadak="mendadak" mendeteksi="mendeteksi" mendiagnosis="mendiagnosis" mengalami="mengalami" mengeluarkan="mengeluarkan" mengenali="mengenali" mengetahui="mengetahui" menggunakan="menggunakan" menghindari="menghindari" menghubungkan="menghubungkan" mengidentifikasi="mengidentifikasi" menjadi="menjadi" menyala.="menyala." menyala="menyala" menyatakan="menyatakan" menyebabkan="menyebabkan" menyebut="menyebut" merupakan="merupakan" meyebabkan="meyebabkan" minuman="minuman" ms="ms" mudah="mudah" muncul="muncul" naik="naik" name="name" network="network" normal.="normal." oleh="oleh" operasi="operasi" operating="operating" optik="optik" optimal="optimal" otomatis="otomatis" pada="pada" pahami="pahami" paralel="paralel" pastikan="pastikan" pasword="pasword" pci="pci" pekerjaan="pekerjaan" pelayanan="pelayanan" pemakaian="pemakaian" pemanfaatan="pemanfaatan" pemasangan="pemasangan" pembagi="pembagi" penanganan="penanganan" penanganannya="penanganannya" pengaruh="pengaruh" penghubung="penghubung" pengkabel="pengkabel" pengkabelan="pengkabelan" penuh="penuh" penyimpanan="penyimpanan" peralatan="peralatan" perangkat="perangkat" perawatan="perawatan" perbaikan="perbaikan" periksa="periksa" perlu="perlu" permasalahan="permasalahan" persiapkan="persiapkan" petunjuk="petunjuk" pintu="pintu" pln.="pln." plug="plug" power="power" praktek="praktek" praktikum="praktikum" printer="printer" proses="proses" protokol="protokol" pusat="pusat" putus.="putus." rangkuman="rangkuman" rapikan="rapikan" relatif="relatif" resistor="resistor" rj45.="rj45." rj45="rj45" root="root" router="router" ruang="ruang" rusak.="rusak." saat="saat" saja.="saja." saja="saja" salah="salah" saling="saling" sama="sama" sampai="sampai" sangat="sangat" satu="satu" sc="sc" sebagai="sebagai" sebagainya.="sebagainya." sebagainya="sebagainya" sebagian="sebagian" sebelum="sebelum" sebuah="sebuah" secara="secara" sedang="sedang" sedikit="sedikit" sehinga="sehinga" sehingga="sehingga" sekali.="sekali." sekali="sekali" selain="selain" selesai="selesai" seluruh="seluruh" semua="semua" seperti="seperti" serat="serat" sering="sering" serta="serta" server.="server." server.apabila="server.apabila" server="server" sesuai="sesuai" setelah="setelah" setiap="setiap" setting="setting" sharing="sharing" short="short" signal="signal" sistem="sistem" sistematis.="sistematis." software="software" st.="st." stabil="stabil" star="star" start="start" suah="suah" subnet="subnet" sudah="sudah" sumber="sumber" susunan="susunan" swicth="swicth" switch.="switch." switch:="switch:" switch="switch" system="system" tambahan="tambahan" tanpa="tanpa" tegangan="tegangan" telah="telah" telphon="telphon" tempat="tempat" terawat="terawat" terbuat="terbuat" terbuka="terbuka" terdapat="terdapat" terganggu="terganggu" terhubung="terhubung" terjadi="terjadi" terjadinya="terjadinya" terkoneksi="terkoneksi" terlalu="terlalu" terminal="terminal" terminating="terminating" terpasang="terpasang" tersambung="tersambung" tersbut="tersbut" tersebut.="tersebut." tersebut.down="tersebut.down" tersebut.jadi="tersebut.jadi" tersebut="tersebut" tersengat="tersengat" terstruktur="terstruktur" tetapi="tetapi" tidak="tidak" tinggi="tinggi" topologi="topologi" ttl="128" turun="turun" untuk="untuk" user="user" utp="utp" v.="v." warnet.="warnet." warnet="warnet" warung="warung" workstation.="workstation." workstation="workstation" yaitu:="yaitu:" yanf="yanf" yang="yang">setting >klik Control Panel b. Pilih icon system double klik pilih menu Device Manager Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum.Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer dapat bekerja atau aktif. b) Pengkabelan dan Konektor Pemilihan media komunikasi menggunakan kabel sebagai penghubung antar komputer memang merupakan media yang cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF (radio frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah, mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi.Tetapi kesalahan dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu sendiri, serta layout atau topologi jaringan seringkali mengganggu dalam system jaringan kabel. 1. Untuk Pengunaan kabel thin coax 1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data. 2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel. 3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan. 4. Resistor pada terminating Connector 5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor 6. Longgar pada male connector: Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5 akan mengakibatkan system jaringan akan mengalami down (komunikasi antar komputer berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi pada workstation (client) yang bersangkutan saja yang berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka menyebabkan jaringan akandown juga. 2. Untuk Pengunaan kabel thick coax: Untuk jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis kabel thin coax karena menggunakan jenis topologi jaringan yang sama seperti dalam gambar berikut: 3. Untuk Penggunaan kabel UTP : Untuk kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan model ini relatif sedikit, karena jaringan model ini menggunakan topologi star, dimana workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti dalam gambar berikut: Untuk mengecek kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. 2) Software Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada umumnya bisa dikelompokkan atas: a. Kesalahan setting konfigurasi jaringan Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan : (1) Alamat port I/O (2) Nomor Interupt (3) Direct Memory Access Request line 4. Buffer memory Address Berbeda dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara otomatis telah tersedia. b. Kesalahan Protocol yang digunakan :Hal ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot ISA karena penentuan harus dilakukan secara manual. Apabila kita menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver dengan benar. c. Kesalahan pengalamatan IP. : Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data, jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. d. Kesalahan Indentifikasi Client dan server computer: Penentuan antara komputer server dan komputer client harus jelas untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan peer to peer tidak ada penentuan client dan server. e. Kesalahan Service Network (file and print sharing) :Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan file and print sharing. f. Kesalahan Security System: Kesalahan pemasukan password pada saat kita masuk dalam jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena kesalahan pengamanan (password). g. Kerusakan file program, sehingga perlu di update. : Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif). Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking: b. Tidak bisa Login dalam jaringan:Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan. c. Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Apabila secara hardware dan software tidak ada masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan semua data yang telah kita update ke sistem operasi. d. Tidak bisa sharing files atau printer. Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing.untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan klik kanan share. e. Tidak bisa install network adapter. Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut. Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah terinstall dengan driver bawaannya. f. Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita. Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena kita belum melakukan sharing data atau sharing printer. Kasus-kasus tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahan-kesalahan software pada saat setting Kartu jaringan.Setting kartu jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan. Pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, namaWorkgroupnya dan sebagainya. e. Rangkuman 2 Permasalahan muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan software. Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan yang sering dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya. Untuk pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel terbuka (open), kabel short dan konektor longgar. Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan setting dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer client yang digunakan, jenis protokol yang dipakai jaringan dan workgroup yang digunakan. Kegiatan Belajar 3: Mengisolasi Permasalahan Mengisolasi permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal yang berakibat lebih fatal dalam jaringan.Hal ini dilakukan agar jaringan dapat berfungsi secara baik dan normal kembali.Tindakan pengisolasian termasuk didalamnya merupakan jalan keluar (pemecahan) dari permaslahan yang dihadapi.Tindakan pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat dipisahkan menjadi dua juga yakni pengisolasian secara hardware dan secara software. 1) Pengisolasian permasalahan secara Hardware Tindakan pengisolasian kerusakan yang disebabkan oleh hardware harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis. Cara yang terstruktur dan sistematis diharapkan dengan cepat dapat menemukan sumber kerusakan atau sumber permasalahan. Tindakan pengisolasian secara terstruktur dan sistematis dapat dilakukan sebagai berikut: i. Tindakan pertama (mengisolasi kerusakan pada kartu jaringan): Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara melihat indikator pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam kondisi yang atau bekerja baik maka lampu menyala dan saat tidak aktif atau rusak maka lampu tidak menyala saat komputer telah dihidupkan dan terhubungkan dengan jaringan komputer yang lain ataupun dengan Hub/switch. Dapat juga dilihat pada window Control Panel > double klik system pilih menu Device Manager. Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum dengan melihat pada Network adapter.Apabila sudah dikenal maka tinggal melakukan setting konfigurasi jaringan. Apabila kartu jaringan belum dikenal atau sudah dikenal tetapi ada tanda (!), (?) dan tanda (X) menyatakan bahwa perlu dilakukan instalasi software driver dari kartu jaringan tersebut. Apabila dari kedua hal tersebut indikator lampu yang ada kartu jaringan tetap tidak menyala saat telah terhubungkan dengan jaringan komputer lain atau dengan Hub/switch atau tidak dikenal oleh device manager maka perlu dilakukan penggantian kartu jaringan karena kartu jaringan tersebut dalam kondisi yang rusak. 1. Konsidi sudah dikenal tetapi instalasi software belum sempurna. 2. Sudah dikenal dan Siap untuk di setting konfigurasi jaringannya. ii. Tindakan kedua (mengisolasi permasalahan pengkabelan dan konektor):Tindakan pengisolasian untuk pengkabelan dan konektor terdapat perbedaan antara model coaxial dengan konektor BNC dan pengkabelan UTP dengan konektor RJ45. b. Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan konektor BNC. Pengisolasian untuk pengkabelan jenis coaxial lebih rumit, karena apabila terjadi jarigan yang down untuk jaringan bertopologi Bus atau ring menggunakan kabel coaxial harus dilakukan pengecekan satu persatu. Seperti dalam gambar berikut untuk pengisolasian permasalahan yang sering terjadi: Untuk pengisolasian permasalahan nomor 1,3,4 dan 5 dilakukan dengan pengecekan satu persatu dari terminal konektor dengan menggunakan multimeter. Pengecekan dilakukan satu persatu dengan melepaskan konektor BNC dari T BNC daru dilakukan pengetesan ujung ke ujung kabel tersebut apabila terjadi hubug sigkat pada pemasangan plug konektor maka pisahkan pisahkan yang menyebabkan hubung singkat tersebut. Apabila terjadi open kabel atau kabel putus dalam kabel coaxial maka lakukan penggantian kabel. Jangan melakukan penyambungan kabel coaxial diantara plug konektor karena menyebabkan jaringan down karena nilai resistansi yang tidak sesuai pada sambungan tersebut dengan pada kabel tersebut. Pengisolasian pada permasalahan Resistor pada terminating Connector dilakukan dengan penggantian terminator BNC yang baru.Konektor yang longgar pada male conektor pengisolasiannya dapat dilakukan dengan mengencangkan T BNC pada konektor BNC secara keseluruhan. c. Pengisolasian untuk pengkabelan yang menggunakan kabel UTP Pengisolasian pengkabelan pada permasalahan jaringan yang menggunakan kabel UTP relatif lebih mudah. Kemudahan pengisolasian kabel UTP pada jaringan dengan topologi Star hanya komputer yang bermasalah saja yang kita tangani tanpa mengganggu jaringan tersebut (komputer yang lainnya masih tetap bekerja normal. Setiap workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub sehingga apabila komputer yang kita gunakan bermasalah maka komputer lain tidak terganggu. Seperti dalam gambar berikut pengisolasian permasalahan yang muncul dalam jaringan komputer dengan kabel UTP dengan topologi jaringan star. Keterangan Gambar: 2. Konektor longgar (tidak terhubung) 3. Kabel short 4. Kabel terbuka (open) Perbaikan untuk jaringan yang longgar dilakukan pengencangan pada hub/switch dan pada kartu jaringan.Pengisolasian pada kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. Pengkabelan dengan menggunakan kabel UTP tidak boleh disambung karena akan mempengaruhi kinerja jaringan. kalau sudah tidak memungkinkan lebih baik dilakukan penggantian kabel beserta konektornya, karena konektor RJ45 hanya digunakan sekali pakai jika sudah diCrimping maka sudah tidak dapat dipakai lagi. 2) Software :Pengisolasaian Protocol yang digunakan harus ditentukan pada saat instalasi software Kartu jaringan. Seperti pada contoh penggunakan protocol TCP/IP. 1. Memilih add pada configuration Network 2. Memilih protocol 3. Klik add 4. Pilih TCP/IP 5. Klik OK e) Kesalahan pengalamatan IP. : Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. Pengisolasian yang dapat dilakukan dengan melakukan seting ulang alamat IP Address dan subnetmasknya sesuai dengan jaringan yang digunakan. Seperti pada gambar berikut: 2) Pilih TCP/IP 3. Klik Propertis 4. Pilih specify an IP Address 1) Kesalahan Identifikasi workgrup Workgroup merupakan kumpulan atau nama kelompok jaringan yang kita gunakan. Isolasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perubahan nama workgroup sesuai dengan jaringan yang ada. Seperti gambar berikut merupakan cara untuk melakukan perubahan pada workgroup. Computer name untuk memberikan nama komputer tersebut, Workgroup merupakan nama kelompok jaringan yang kita akan masuki, Computer Description merupakan diskripsi komputer. Langkah Perubahan Workgroup 1. Pilih Identification 2. Menu perubahan workgroup 2) Kesalahan Service Network (file and print sharing) :Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan sharingfile and print. 3) Kerusakan file program, sehingga perlu di update. Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif). Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking: a) Tidak bisa Login dalam jaringan Kasus tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan.Apabila kita telah melakukan instalasi dan konfigurasi kartu jaringan dengan sempurna maka bisa juga karena kesalahan kita dalam memasukkan password yang salah saat kita Login ke jaringan. b) Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Kasus ini sering terjadi karena sistem windows yang kurang baik sehingga perlu melakukan refresh apabila menutup program atau mau menjalankan program. c) Tidak bisa sharing files atau printer. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akah disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing .Langkah Melakuan Sharing Data Atau Directory g. Pilih directory yang akan di sharing data h. Option pilihan sharing data a. Start setting printer b. Pilih printer yang akan di sharing c. Option pilihan sharing printer d) Tidak bisa install network adapter. Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai dengan kartu jaringan yang dipasang, atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut. e) Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita. Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan kita belum melakukan sharing data atau sharing printer. Kasus-kasus tersebut lebih banyak disebabkan oleh instalasi software dan konfigurasi yang tidak teliti.Hal tersebut menyebabkan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan tidak dapat mengakses jaringan. Pengisolasian dan pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, namaWorkgroup dan sebagainya sehingga didapatkan koneksi jaringan yang sempurna. i. Rangkuman 3 j. Pengisolasian kerusakan dalam hardware yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur dapat mempermudah penyelesaian masalah jaringan yang dihadapi.Sistematis dan terstruktur memiliki maksud dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan pengkabelan sampai instalasi softwarenya. Isolasi permasalahan secara terjadi pada Instalasi software driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan, baik Pengalamatan TCP/IP meliputi IP Adress dan subnet mask serta workgroup yang digunakan. 1. Sebutkan Langkah-langkah penanganan masalah dalam jaringan komputer? 2. Sebutkan keuntungan atau kelebihan dari LAN dengan topologi Star dalam penanganan permasalahan dalam JaringanLAN? 3. Sebuah sekolah SMU mempunyai rencana untuk membangun lab Komputer 2 lantai, luas ruangan 6 x 6 meter, setiap ruang diberi komputer berjumlah 20 unit rencana jaringan tersebut akan dibangun menggunakan topologi star dan jaringan antara lab 1 dan lab 2 terhubung, anda diberikan tugas untuk: i. Merencanakan peralatan yang dibutuhkan dan jumlahnya (berapa buah atau berapa meter). ii. Menggambarkan Layout jaringan yang akan anda buat beserta IP Address dan Subnet mask yang digunakan. D. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Langkah penanganan kerusakan jaringan terbagi atas dua yakni penanganan Hardware dan penanganan Software. Penanganan hardware harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk mempermudah penyelesaian masalah jaringan yang dihadapi.Penanganan yang dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan, pengkabelan dan konektor. Penanganan permasalahan pada Software dapat dilakukan dengan cermat dan teliti mencakup: Instalasi software driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan. Konfigurasi kartu jaringan meliputi menggunakan TCP/IP meliputi IP Adress, subnet maskdan workgroup yang digunakan. 2. Topologi Star adalah topologi yang setiap node akan menuju node pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.Sehingga penanganan kerusakan hanya terjadi pada client yang bermasalah tanpa mengganggu jaringan secara keseluruhan. 3. a. peralatan yang dibutuhkan meliputi: 1) 2 buah server 2) 40 client 3) Kartu jaringan 42 buah 4) Konektor RJ 45 84 buah 5) Hub 2 buah 6) Repeater /Router 1 buah 7) Kabel + 500 meter iii. Gambar layout berdasarkan kerapian, Nomor IP Address yang digunakan sesuai dengan Jenis jaringan Klas A, B, atau C antara lab 1 dan 2 boleh lebih baik menggunakan Router atau Repeater
Selasa, 14 Agustus 2012
PERISTILAHAN/GLOSSARY
Instalasi: Melakukan pengkopian, penempatan dan konfigurasi file-file yang diperlukan oleh sistem komputer.
Mode Text: Tampilan menu suatu program komputer dengan mode tulisan atau text, biasanya perintah dieksekusi dengan tombol keyboard
GUI: GUI (Graphical User Interface) merupakan tampilan menu suatu program komputer dengan mode grafis.
Open Source: Proyek pengembangan software komputer yang pendistribusiannya bersifat free dan menyertakan kode program aslinya sehingga dapat dikembangkan orang lain.
Sistem operasi:suatu pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulalayanke pemakai untuk memudahkan dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber-daya sistem komputer
Jaringan Komputer: Hubungan antara komputer satu dengan komputer lainnya untuk mendapatkan sharing sumber daya.
Sharing: Penggunaan bersama sumber daya (peripheral dan data) yang terdapat dalam komputer dalam jaringan.
A. Mempersiapkan Instalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text
Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer dengan perangkat keras komputer.Pengertian sistem operasi secara umum adalah suatu pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan untuk memudahkan dan memberi kenyamanan dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer. Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan mode grafik.Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text. Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win XP, Win NT), Unix, San Solaris, Linux Series (Redhat, Debian, SUSE, Mandrake, Knoppix), Mac, dan lain sebagainya.
2) Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text
pengembangan sistem operasi dewasa ini mengarah ke tampilan grafis dengan tampilan yang menarik. Sebagai contoh sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft dengan produknya yaitu Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003 Server. Sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft mempunyai lisensi komersial artinya untuk menggunakan sistem operasi jaringan dari Microsoft kita harus membayar lisensi atau dengan membeli sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna dengan perusahaan. Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan sistem operasi jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan lainnya. Salah satu sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara dengan free adalah Linux.Sistem operasi Linux menyediakan dua pilihan yaitu mode text dan mode grafik.Hal ini menjadikan linux dapat berjalan pada mesin komputer yang mempunyai spesifikasi hardware yang rendah. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds mengusung proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program tersebut tetapi dengan syarat source code asli harus diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan konsep ini semua orang dapat ikut mengembangkan sistem operasi dan software berbasis linux.
3) Spesifikasi Hardware:
Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :
• Prosesor :Prosesor memegang peranan yang sangat dalam sebuah komputer. Teknologi prosesor mempengaruhi komponen hardware lainnya. Spesifikasi yang digunakan ditentukan beradarkan clock dan bus.
Prosesor yang biasa digunakan adalah Prosesor Intel (P I, P II, P II Celeron, PIII, PIII Celeron, P IV, P IV Celeron, Intel Xeon). Prosesor AMD (Duron, Athlon, Barton, Opteron), Prosesor Xyrix, Prosesor Via, Prosesor Transmeta dan lain sebagainya
• Motherboard: Motherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis, kartu suara dan kartu jaringan. mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi prosesor yang dipakai. perlu diperhatikan dalam pemilihan motherboard adalah jenis prosesor apa yang didukung dan chipset yang digunakan.
• RAM (Memory) :RAM merupakan periperal komputer untuk menyimpan data sementara. Semakin besar RAM maka komputer akan bekerja lebih ringan. Spesifikasi RAM biasanya ditentukan berdasarkan besar dan kecepatannya.
16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain sebagainya
• Hardisk : Hardisk memegang peranan yang sangat penting berhubungan instalasi sistem operasi. Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi diperlukan syarat kapasitas hardisk yang cukup dan juga terkadang diperlukan partisi hardisk.
Hardisk yang ada di pasaran memiliki kapasitas sebagai berikut : 1 GB, 2.1 GB, 4.2 GB, 6.4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB, 120 GB, 200 GB dan lain sebagainya
• Kartu Grafis (VGA Card): Kartu grafis digunakan untuk menampilkan ke layar monitor. Untuk menampilkan tampilan true color diperlukan spesifikasi kartu grafis yang baik. Kartu grafis yang ada di pasaran banyak macam dan jenisnya.
Nvidia Gforce 2 MX, Gforce 4 MX, Gforce FX
Ati Radeon 7200, 9200, 9600, 9800
Voodoo, S3 Savage dan lain sebagainya.
• Keyboard : keyboard yang digunakan dalam komputer mempunyai beberapa port yaitu Serial, PS/2 atau USB
• Mouse : sama dengan keyboard, mouse mempunyai beberapa port yaitu PS/2 atau USB , Serial , USB
• Monitor : monitor komputer mempunyai ukuran yang beragam mulai dari 14 “, 15 “ 17 “ 20 “. Teknologi yang digunakan juga bermacam-macam mulai dari tabung, tabung flat sampai ke LCD.
• Sound Card (Kartu Suara)
Sound card merupakan periperal tambahan dalam sebuah komputer yang mempunyai kegunaan untuk mengolah dan menghasilkan sinyal audio.
• Kartu jaringan (Lan Card) :Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan dengan kartu ini melalui switch/hub.
a. Rangkuman 1
1) Sistem operasi jaringan yang akan diinstal ke komputer server harus disesuaikan dengan spesifikasi hardware yang meliputi :Mainboard, Jenis dan Kecepatan Prosesor, Kapasitas RAM, Kapasitas Hardisk, Kartu grafis (VGA), Resolusi Monitor
1) Periksa dan sebutkan spesifikasi hardware komputer yang anda gunakan ?
2) Jelaskan apakah spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal sistem operasi Redhat Linux 9 sudah memenuhi syarat ?
3) Pastikan CD master instalasi Redhat 9 masih berfungsi dengan baik dengan melakukan pengecekan?
1) Sebutkan macam sistem operasi yang dapat digunakan dalam jaringan komputer baik sebagai server maupun sebagai work station !
2) Bagaimana pendapat anda dengan pengembangan sistem operasi yang dikembangkan dengan konsep Open Source ?
3) Bagaimana cara anda mengetahui spesifikasi hardware anda jika buku manual tidak ada !
d. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Sistem operasi yang dapat digunakan dalam jaringan komputer adalah :
Server : Windows (Windows NT, Windows 2000 Server, Windows Server 2003), Linux (Redhat, Mandrake, SUSE, Debian dll), Unix, San Solaris dll
Work Station : Windows (Win 9x, Win ME, Win 2000, Win XP) ,Linux (Redhat, Mandrake, SUSE, Debian dll)
2) Lihat Uraian materi 1. Proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program tersebut tetapi dengan syarat source code asli harus diikutsertakan dalam distribusinya.
Jawaban tidak harus sama karena disini yang diminta adalah pendapat dengan garis besar seperti di atas.
3) Spesifikasi hardware dapat diketahui dari BIOS, pada saat komputer pertama kali dihidupkan BIOS akan mendeteksi hardware komputer yaitu jenis prosesor, kecepatan prosesor, kartiu VGA, Hardisk, memory CDROM dan periperal lainnya. Untuk itu diperlukan ketelitian dalam memperhatikan tampilan layar yang muncul pada saat pertama kali komputer booting.
e. Lembar Kerja 1, Alat dan bahan : 1 (Satu) unit komputer yang sudah terinstalasi sistem operasi dan 1 unit komputer dengan hardisk yang masih kosong + CD Master Instalasi Linux Redhat 9 (3 CD). Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.
3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terkoneksi dengan baik.
4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan sebagainya).
5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
6) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
Langkah Kerja
1) Periksa semua kabel penghubung pada komputer.
2) Periksa kelengkapan periperal yang dibutuhkan untuk instalasi (CD-ROM) berjalan dengan baik.
3) Hidupkan komputer dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on.
4) Jika komputer telah hidup, masuklah ke setting BIOS dengan menekan tombol Delete pada saat pertama kali komputer dinyalakan.
5) Aturlah BIOS komputer agar booting dari CD-ROM.
6) Masukkan CD #1 Master Redhat Linux 9.
7) Booting ulang komputer
8) Silahkan anda mengamati dan mencoba berbagai pilihan menu yang ada pada proses instalasi Redhat Linux 9. Baca dan pahami masing-masing menu yang ada dan pilihlah salah satu yang sesuai dengan modul ini.
9) Lakukan proses instalasi dengan baik dan benar.
10) Jika telah selesai, matikanlah komputer dengan benar.
Memahami Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI Redhat Linux 9
Redhat merupakan suatu perusahaan yang mengembangkan sistem operasi open source yang sudah lama mengembangkan Linux.Redhat 9 merupakan pengembangan dari versi Redhat sebelumnya yaitu versi 8, versi 7 dan versi-versi sebelumnya.
2) Kebutuhan Hardware: Pada awal perkembangannya Linux dapat berjalan pada mesin komputer ISA, EISA, VESA Local Bus atau PCI 80836, 80486 dengan spesifikasi hardware pada jaman itu yang masih sangat minim. Linux sebenarnya tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar. Namun perkembangan dunia hardware juga tidak menjadikan Linux sebagai sistem operasi ketinggalan jalan. Dengan konsep open source para pengembag Linux terus mengembangkan sistem operasi ini mengikuti perkembangan jaman.
Redhat 9 memberikan spesifikasi hardware minimal yang dibutuhkan agar sistem dapat berjalan dengan baik. Spsesifikasi tersebut adalah sebagai berikut :
Prosesor : Pentium I 200 (untuk mode text), Pentium II 400 (untuk mode grafik), Rekomendasi Pentium III 600 MB ke atas
Hardisk : 475 MB (Untuk custom installation), 850 MB (Untuk Server), 1,7 GB (Untuk Personal Desktop), 2,1 GB (Untuk Workstation) , Rekomendasi 10 GB ke atas
Memory : 64 MB (untuk mode text), 128 MB (Untuk mode grafik), Rekomendasi 192 MB agar berjalan dengan baik
Sebelum memulai instalasi Redhat Linux 9, perlu diketahui bahwa sistem operasi Redhat Linux berbeda dengan sistem operasi Microsoft Windows. Redhat Linux membutuhkan partisi hardisk minimal menjadi 2 bagian yaitu sebagai /root dan swap. Besarnya nilai partisi dari /root dan swap dapat diatur sesuai kebutuhan. Swap merupakan penyimpanan data sementara selama proses berlangsung hampir mirip dengan virtual memory di Windows. Linux dapat mempunyai partisi lain seperti /usr, /boot dan /var.
3) Metoda Instalasi: Hal yang perlu difahami oleh orang yang akan melakukan instalasi sistem operasi yaitu bagaimana mendapatkan masternya. Master sistem operasi yang akan diinstal ke komputer biasanya disimpan dalam media penyimpanan elektronis seperti floppy disk atau disket, CD-ROM, DVD, Flash Disk, PCMCIA, Hardisk, DVD dan media penyimpanan elektronis lainnya.
Metode instalasi berdasarkan letak file sistem operasi disimpan yaitu :
a) CD-ROM: Metoda instalasi sistem operasi yang paling banyak digunakan disebabkan karena CD-ROM merupakan media penyimpanan yang handal, berkapasitas besar (700 MB), tahan lama, murah dan fleksibel untuk dibawa kemana-kemana. CD-ROM sering kali digunakan untuk menyimpan file atau data elektronis. Banyak software, Film, Musik dan data-data lainnya didistribusikan dalam bentuk CD-ROM
b) Hard Disk: Instalasi sistem operasi dapat juga dilakukan melalui hard disk yang telah berisi master sistem operasi. Tanpa hard disk komputer tidak dapat berfungsi karena sistem operasi sekarang ini harus diinstalasi ke hard disk, demikian juga dengan software, film dan musik dapat disimpan dalam hard disk. Dengan kemajuan teknologi hard disk dewasa ini memiliki kapasitas yang sangat besar (200 GB atau lebih) dengan harga yang cukup murah.
c) NFS Image: Instalasi sistem operasi jaringan (Linux Redhat) dapat dilakukan melalui NFS Server. Untuk instalasi dengan NFS Server ini dibutuhkan network atau PCMCIA boot disket (bootnet.img).
d) FTP: Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui FTP Server. Untuk instalasi dengan FTP ini dibutuhkan network atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). Proses instalasi melalui FTP memerlukan akses jaringan sehingga jarang dilakukan karena distribusi sistem operasi dengan media lain mudah didapatkan.
e) HTTP: Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui HTTP Server. Untuk instalasi dengan HTTP ini dibutuhkan network atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). sama seperti pada FTP proses instalasi akan berjalan lambat jika jaringan komputer tidak baik
a. Rangkuman 2
1) Master sistem operasi komputer biasanya disimpan dalam media penyimpanan elektronis seperti Floppy Disk, PCMCIA, Flash Disk, CD-ROM, DVDROM, Hardisk dan media penyimpanan elektronik lainnya.
2) Beberapa sistem operasi menyediakan beberapa pilihan metode instalasi sistem operasi komputer berdasarkan letak dimana master sistem operasi disimpan yaitu :Dari CD-ROM, Dari Hardisk, Dari NFS Server, Dari FTP Server, Dari HTTP Sever
b. Tugas 2
1) Carilah master sistem operasi jaringan berbasis Linux (Redhat, Mandrake, Debian, Knoppix, Caldera dan lainnya dari Internet, Toko atau pinjam dari Teman ?
2) Buatlah CD Master instalasi Redhat Linux 9 dari Hardisk (Catatan : master sistem operasi tersedia di hardisk) ?
3) Pelajarilah bagaimana cara melakukan instalasi sistem operasi dengan CD-ROM ?
c. Tes Formatif 2
1) Sebutkan varian sistem operasi jaringan berbasis GUI yang menggunakan basis Linux ?
2) Sebutkan dan jelaskan syarat minimal hardware yang harus dimiliki untuk melakukan instalasi sistem operasi jaringan Redhat Linux 9 ?
3) Sebutkan metoda instalasi yang dapat dilakukan dalam instalasi Redhjat Linux 9!
d. Kunci Jawaban Formatif 2
3) Beberapa sistem operasi menyediakan beberapa pilihan metode instalasi sistem operasi komputer berdasarkan letak dimana master sistem operasi disimpan yaitu :Dari CD-Rom ,Dari Hardisk, Dari NFS Server, Dari FTP Server, Dari HTTP Sever
3. Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi Jaringan Redhat Linux 9 Berbasis Text
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis text diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Kesesuaian proses instalasi sistem operasi jaringan dengan instruction manual
b) Keseluran file sistem, folder telah tercopi
c) Konfigurasi file telah dilakukan
Dalam proses instalasi tidak hanya memindahkan file dan folder dari master ke hardisk, melainkan sekaligus melakukan konfigurasi sesuai dengan letak dan fungsinya.
d) Muncul pesan instalasi telah berhasil
Setalah proses instalasi selesai akan muncul pesan bahwa proses instalasi telah berhasil dilakukan sesuai dengan yang diiginkan.
2) Proses Instalasi
Proses instalasi yang dipilih di sini menggunakan metoda dari CD-ROM sebagai media penyimpan file master instalasi. Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dari CD-ROM, langkah pertama yang dilakukan adalah mengatur BIOS agar booting dari CD-ROM.
Untuk melakukan pengaturan BIOS tekan tombol [DELETE] pada saat komputer pertama kali booting sehingga muncul tampilan sebagai berikut :
Pilihlah menu Advanced BIOS Features sehingga akan muncul tampilan setting BIOS sebagai berikut :
Pilihlah urutan booting komputer yang pertama kali dari CDROM seperti gambar di atas lalu menyimpan setting BIOS.
Setelah melakukan setting BIOS masukkan CD #1 Master Linux Redhat 9 lalu komputer di restart sehingga komputer akan booting dari CD-ROM. Setelah komputer booting dari CD, maka akan muncul menu tampilan pemilihan mode instalasi seperti gambar di bawah :
Dalam menu ini ada 3 pilihan yaitu mode instalasi dengan GUI atau instalasi berbasis text atau option 3. Untuk melakukan proses instalasi berbasis text pilihlah menu kedua dengan menuliskan Linux text lalu tekan tombol
Setelah memilih pilihan kedua yaitu mode text, maka akan dibawa ke menu instalasi Redhat 9 untuk melakukan pengecekan CD master instalasi yang akan digunakan sebagai master instalasi. Untuk melakukan pengecekan CD master dapat dipilih menu OK. Jika CD Master instalasi Redhat 9 dalam keadaan baik dapat dapat dipilih SKIP.
Jika memilih OK maka sistem akan melakukan pengecekan CD Master instalasi apakah masih baik atau ada kerusakan. Proses pengecekan memerlukan waktu yang cukup lama tergantung pada kecepatan baca CDROM untuk itu proses pengecekan CD master ini dapat dilewati sehingga akan mempercepat proses instalasi.
Setelah selesai melakukan pengecekan atau melewati menu pengecekan CD, maka akan muncul tampilan selamat datang seperti berikut ini :
Dalam menu ini hanya ada satu pilihan yaitu OK sehingga harus dipilih dengan menekan tombol
Pilih salah satu bahasa yang anda kuasai untuk melakukan proses instalasi. Sebagai default adalah bahasa Inggris.
Sistem instalasi akan mendeteksi mouse yang digunakan sesuai dengan yang digunakan. Kebetulan pada saat instalasi digunakan mouse PS/2 scroll sehingga akan muncul seperti tampilan di atas.
Instalasi Redhat Linux 9 menyediakan 4 pilihan jenis instalasi yaitu sebagai Personal Komputer, sebagai Workstation, Sebagai Server atau Custom. Untuk sistem operasi jaringan maka pilihlah sebagai server seperti gambar di atas.
Dalam instalasi Redhat Linux 9, diperlukan partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu untuk /root dan swap. Untuk membuat partisi dapat dilakukan secara otomatik maupun manual.
Jika hardisk yang digunakan sudah mempunyai partisi dengan format lain seperti Fat 16 untuk Windows 97, Fat 32 untuk win 98, ME atau NTFS untuk Win XP, 2000 dan NT, maka anda dapat mempertahankan partisi sebelumnya dengan memilih pilihan Keep all partition and use existing free space.
Pilihan Remove all partition on this systemakan menghapus semua partisi dalam hardisk sehingga semua data akan hilang. Jika hardisk yang digunakan untuk melakukan instalasi masih kosong sebaiknya pilih menu ini.
Jika mengalami proses pembuatan partisi hardisk mengalami kegagalan, maka dapat dilakukan pengulangan proses partisi dengan kembali ke menu sebelumnya.
Proses partisi hardisk dapat dilakukan secara manual dengan fasilitas disk druid seperti pada gambar di atas. Dengan Disk Druid ini dapat dibuat partisi sesuai dengan kebutuhan.
Dalam gambar di atas terlihat bahwa hardisk yang digunakan telah memiliki partisi sebanyak 3 yaitu masing-masing menggunakan format NTFS. Untuk membuat partisi baru pilih menu [NEW], untuk mengubah format partisi pilihlah [EDIT], dan untuk menghapus partisi yang sudah ada pilih [DELETE].
Setelah anda melakukan proses partisi hardisk maka hasilnya akan terlihat seperti gambar di atas yang minimal terdiri dari 2 partisi utama yaitu /root dan swap.
Dalam instalasi sistem operasi berbasis Linux biasanya digunakan partisi yang cukup banyak yaitu /root, /boot, /home, /var, /usr dan swap. Setelah proses partisi selesai dilakukan baik secara otomatis maupun manual, maka proses selanjutnya adalah pemilihan BootLoader. Boot loader merupakan software yang pertama kali dijalankan ketika komputer pertama kali dinyalakan. Software ini berfungsi pada saat loading dan transfer control untuk mengoperasikan sistem kernel software. Pengaturan boot loader mempunyai peranan yang penting jika komputer yang akan diinstal mempunyai sistem operasi lain maka dapat dipilih sistem operasi mana yang akan digunakan. Redhat 9 menyediakan dua softwareboot loader yaitu GRUB dan LILO. Sistem operasi Redhat Linux memerlukan setting konfigurasi jaringan. Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi jenis network device yang sesuai. Selanjutnya masukkan alamat IP dan netmask. Contoh penomoran IP Address adalah 192.168.10.100 Sedangkan untuk Subnetmask 255.255.255.0 Pengaturan IP Address dan Subnet Mask harus disesuaikan dengan konfigurasi LAN yang dibangun agar masing-masing komputer dapat bekerja dengan baik. Konfigurasi Fire Wall Untuk meningkatkan keamanan komputer pada network, Redhat Linux menyediakan Firewall Protection.Kita dapat memilih tingkat keamanan yang diiginkan seperti pada gambar di atas. Di sini disediakan 3 tingkat keamanan yaitu • High: Tingkat keamanan ini hanya membolehkan koneksi sesuai dengan defult setting sehingga hanya dapat melakukan koneksi dengan DNS replies dan DHCP • Medium: Tingkat mediium memberikan batasan-batasan koneksi terhadap source tertentu dalam sistem. • No Firewall: Pemilihan tingkat keamanan No Firewall dapat dilakukan jika yakin bahwa sistem berada dalam jaringan yang dapat dipercaya. Pengaturan Waktu: Pengaturan waktu harus dilakukan agar waktu yang ditunjukkan pada komputer sesuai dengan tempat dimana komputer diletakkan. Pengaturan User: Setel`h proses instalasi maka akan muncul setting pasword root (administrator jaringan). Pada proses ini diperlukan pengaturan pasword root (administrator). Setelah password root ditentukan langkah berikutnya merupakan proses pengkopian file-file yang diperlukan ke dalam hardisk sampai proses instalasi selesai dengan ditandai tampilan yang menyatakan bahwa proses instalasi telah selesai. a. Rangkuman 3 1) Proses intalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM dimulai dengan melakukan setting BIOS agar booting pertama kali dari CD 2) Untuk masuk ke menu instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan mode text, pada menu utama [ketik Linux] Text lalu tekan [Enter] untuk masuk ke dalam proses instalasi. 3) Dalam proses instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 diperlukan partisi hardisk yang dapat dilakukan secara otomatis maupun manual dengan Disk Druids menjadi beberapa partisi antara lain /root , /usr, /home, /var dan swap. 4) Proses intalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan mode textsama mudahnya dengan mode grafik. b. Tugas 3 1) Pelajari buku manual proses instalasi Redhat Linux 9 secara mendalam untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam. 2) Pelajari macam-macam hardware komputer yang ada sehingga proses instalasi sistem operasi menjadi lancar. 3) Pelajari bagaimana setting BIOS yang berhubungan dengan proses instalasi. c. Tes Formatif 3 1) Jelaskan urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM ! 2) Buatlah partisi hardisk anda menjadi 5 buah dengan spesifikasi sebagai berikut : /root, swap, /usr, /home dan /var 3) Instal komputer dengan sistem opoerasi Redhat Linux dengan mode text. d. Kunci Jawaban Formatif 3 1) Urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM yaitu : Melakukan setting BIOS agar boot dari CD-ROM, Memasukkan CD # 1 Master Redhat Linux 9 ke dalam CD-ROM dan lakukan boot ulang, Pilih mode instalasi , Lakukan pemilihan bahasa, keyboar, mouse dan lainnya, Buatlah partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu /root dan swap, Ikuti proses instalasi sampai selesai, Boot ulang komputer. 2) Partisi dapat dibuat dari proses instalasi Redhat Linux 9 atau dengan program lain seperti fdisk dari DOS, Partisi Magic atau program lainnya. 3) Lihat materi 3. 4. Kegiatan Belajar 4 : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan Sistem Operasi Jaringan 1) Konfigurasi Sistem: pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta diklat berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana.Setelah sistem operasi Redhat Linux 9 terinstal ke hardisk, pada saat pertama kali sistem dijalankan maka akan muncul tampilan mode text sebagai berikut. Localhost login: Tuliskan nama user yang anda buat pada waktu instalasi lalu tekan Misal nama login adalah “root” dengan password “denmas” Tombol [Enter] maka tampilan akan nampak seperti berikut : admins login : root password : ****** Jika login dan password anda telah diisi dengan benar, maka proses login sudah berhasil dan akan muncul tampilan shell prompt mode text. 2) Instalasi DNS (Domain Name Server) Layanan yang paling fundamental pada jaringan internet adalah Name Service.Layanan ini berfungsi untuk menterjemahkan nama host menjadi alamat IP. Sebagai contoh jika anda ingin terhubung dengan komputer dalam jaringan internet yang mempunyai alamat IP 202.134.0.55, anda cukup menuliskan http://www.telkom.net.id. Alamat IP yang berupa kode bilangan sangat susah untuk diingat dibanding dengan alamat web site. Dengan adanya DNS akan sangat membantu untuk berhubungan dengan komputer dalam jaringan tanpa perlu mengetanui alamat IP-nya. Untuk menjalankan DNS, diperlukan paket-paket BIND yang harus terinstal. Pada RedHat 9.0 paket BIND yang diperlukan antara lain bind-9.2.1-16.i386.rpm redhat-config-bind-1.9.0-13.noarch.rpm bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm Sebelumnya check terlebih dahulu apakah package-package yang dibutuhkan sudah terinstal, yaitu dengan perintah : [root@server root]# rpm -qa | grep bind bind-9.2.1-16 redhat-config-bind-1.9.0-13 bind-utils-9.2.1-16 [root@server root]# rpm -qa | grep nameserver caching-nameserver-7.2-7 Jika package-package tersebut belum terinstal maka untuk melakukan instalasi pada RedHat Linux 9, dilakukan langkah-langkah berikut : a) Mount CD-ROM dengan perintah[root@server root]# mount /mnt/cdrom b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut diletakkan, misal ada pada direktori /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/ c) Lakukan instalasi dengan perintah[root@server root]# rpm -Uvh bind-9.2.1-16.i386.rpm redhat-config-bind-1.9.0-13.noarch.rpm bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm Preparing... ######################################## [100%] 1:caching-nameserver ######################################## [100%] 2:bind ######################################## [100%] 3:bind-utils ######################################## [100%] 4:redhat-config-bind ######################################## [100%] d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan e) Lihat file yang telah terinstal dengan perintah[root@server root]# rpm –ql bind | less 3) Instalasi Web Server ApacheLinux Redhat 9 menyediakan layanan web server Apache yang dapat menjalankan program web berbasis HTML maupun PHP. Untuk melakukan instalasi web server Apache dan PHP dapat dilakukan sebagai berikut :Untuk melakukan kompilasi program apache terlebih dahulu source program apache yang terdapat pada direktori /home/admin/src diekstrak, kemudian file yang dibutuhkan untuk mem-patch apache dimasukkan ke dalam direktori hasil ekstrak source program apache. Langkah-langkahnya adalah seb`gai berikut : $ cd ~/src $ tar xzf /httpd-2.0.48.tar.gz $ cd httpd-2.0.48 $ cp ~/src/suexec-patch . Kemudian langkah kompilasi apache 2 dengan patch suEXEC dilakukan dengan perintah-perintah : $ patch –pl < suexec-patch $ ./configure –prefix=/opt/httpd –enable-suexec –with-suexec-caller=apache –enable-info $ && su –c make\ install Hasil kompilasi tersebut terletak pada direktori /opt/httpd, dan agar hanya user yang berhak saja yang dapat menjalankan apache, perlu dibuatkan user khusus yang memiliki direktori ini.Perintah yang digunakan : # /usr/sbin/useradd –u 330 –s /bin/true –d /opt/httpd apache # chown –R apache.apache /opt/httpd/htdocs 4) Instalasi Database Server MySQL: Database merupakan layanan yang sangat penting dalam pembangunan sistem informasi. Suatu instansi seperti bank, universitas, kantor pajak, kepolisian, perusahaan telekomunikasi dan lainnya hampir dapat dipastikan membutuhkan server database untuk menyimpan dan mengorganisasi data-datanya. Untuk melakukan instalasi database server MySQL, sebelumnya perlu dicek apakah package-package yang dibutuhkan sudah terinstal dengan perintah : [root@server root]# rpm -qa | grep mysql mysql-server-3.23.54a-11 mysql-3.23.54a-11 mod_auth_mysql-1.11-12 php-mysql-4.2.2-17 Apabila package-package tersebut belum terinstal maka untuk melakukan instalasi pada RedHat 9.0, dilakukan langkah-langkah berikut : a) Mount CD-ROM dengan perintah[root@server root]# mount /mnt/cdrom b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut diletakkan, misal ada pada direktori /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/ c) Lakukan instalasi dengan perintah [root@server root]# rpm -Uvh mysql-server-3.23.54a-11.i386.rpm mysql-3.23.54a-11.i386.rpm mod_auth_mysql-1.11-12.i386.rpm php-mysql-4.2.2-17.i386.rpm Preparing... ######################################### [100%] 1:mod_auth_mysql ######################################### [100%] 2:mysql ######################################### [100%] 3:mysql-server ######################################### [100%] 4:php-mysql ######################################### [100%] d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan e) Lihat file yang telah terinstall dengan perintah[root@server root]# rpm –ql mysql | less a. Rangkuman 4 1) Pada saat pertama kali menjalankan sistem operasi Redhat Linux 9 maka akan muncul menu shell prompt yang akan menanyakan nama login dan password. Dengan mengisi nama login dan password dengan benar baik sebagai user maupun administrator maka kita akan masuk ke dalam mode text Linux 2) Login ke sistem sebagai root mempunyai bahaya yang sangat besar karena dengan login sebagai root dapat melakukan apa saja ke sistem, sehingga jika tidak terlalu penting lebih baik login sebagai user. 3) Redhat Linux 9 menyediakan package yang cukup banyak dalam CD distribusinya antara lain adalah DNS Server, Apache Web Server, MySQL Server dan lain sebagainya. 4) Apache Server berfungsi sebagai server web jika komputer ingin dihubungkan dalam bentuk web. 5) MySQL Server merupakan server basis data yang dapat digunakan untuk mengelola data dalam jaringan baik berbasis LAN maupun web. b. Tugas 4 1) Buatlah user baru dengan nama bebas dan password juga bebas tetapi pastikan pada saat mengisi password dan retype password harus sama. 2) lakukan instalasi Apache Web Server dan MySQl Server pada komputer. 3) Pelajari lebih mendalam mengenai Apache Web Server, MySQL Server, Telnet, SSH dan Webmail. c. Tes Formatif 4 1) Sebutkan ada berapa pengguna yang dapat menggunakan sistem operasi jaringan dan tentukan kewenangan masing-masing pengguna terbut. 2) Jelaskan bagaimana cara membuat user baru dan menentukan hak akses bagi user tersebut. d. Kunci Jawaban Formatif 4 1) Ada 2 pengguna dalam sistem operasi jaringan yaitu administrator jaringan dan user. User merupakan pengguna yang diberi hak yang terbatas oleh administrator untuk melakukan pengoperasian ke dalam komputer. Sedangkan administrator merupakan pengguna tertinggi dalam sistem operasi jaringan. 2) Cara membuat user adalah anda harus login sebagai administrator lalu masuk ke dalam menu add user. Tentukan login user dan passwordnya serta hak akses yang diperbolehkan kepada user tersebut A. PERTANYAAN 1. Sistem operasi apa sajakah yang dapat digunakan sebagai server dalam jaringan ! 2. Dalam melakukan instalasi sistem operasi Redhat Linux 9, hal-hal apa sajakah yang harus diperhatikan ? 3. Sebutkan dan jelaskan keuntungan dan kerugian beberapa metoda instalasi Redhat Linux 9 4. Instal sistem operasi jaringan Redhat Linux 9 ke hardisk dengan mode text B. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan instalasi Redhat 9 adalah : a. Pemilihan Versi RedhatKarena terdapat varian Redhat maka perlu dipilih varian mana yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi pekerjaan b. Pemilihan mode instalasi: Mode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menu-menu program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini memerlukan dukungan hardware yang bagus.Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih mode text untuk mempercepat proses instalasi c. Pemilihan metode instalasi: Redhat Linux menyediakan beberapa cara instalasi yaitu dengan CD-ROM, melalui hard disk, Melalui NFS, FTP maupun HTTP. Proses instalasi melalui CD-ROM dan hard disk lebih baik karena lebih mudah dan cepat. d. Penomoran TCP/IP: Setelah peserta diklat melakukan instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dengan benar, kemudian dapat mengeceknya apakah sistem operasi yang telah diinstal dapat bekerja sesuai dengan yang diiginkan. 3. Beberapa Metoda Instalasi Redhat Linux 9 Metode CD-ROM: Kelebihan : Mudah dan cepat Kelemahan : perlu hati-hati dengan pemilihan CD karena CD kadang sering mengalami kerusakan sehingga dalam proses instalasi sering tidak berhasil Metode Hard Disk: Kelebihan : Proses cepat Kelemahan : diperlukan kapasitas Hard disk yang besar Metode NFS Image: Kelebihan : tidak perlu CD-ROM dan kapasitas hard disk yang besar Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik Metode FTP:Kelebihan : hampir sama dengan NFS Image Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik Metode HTTP: Kelebihan : hampir sama dengan NFS Image Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik 4. Lihat proses dan hasilnya 2. Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node. Karakteristik topologi Bus adalah: b. merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. c. Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi d. Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data). e. Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti f. Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal. Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah: 1. Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card):Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA a. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC dan RJ45 b. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC 2. Kabel dan konektor : Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps. Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap. Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni: a) Konektor BNC :Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial. b) TerminatorBNC: Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm. c) TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan. Jenis-jenis Konektor BNC : a. Konektor BNC, b. Terminator BNC, c. T BNC 1) Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star :Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.Panjang kabel tidak harus sesuai (matching).Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan. Karateristik topologi Star adalah: a) Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi. b) Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node. c) Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain d) Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah: a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card):Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI. a. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor BNC dan RJ45 b. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor RJ 45 b) Kabel dan Konektor :Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orange-putih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biru-putih biru). Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools. b. Rangkuman 1 1) Sebelum melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer workstation (client) yang bermasalah diperlukan peralatan dan harus diketahui jenis topologi jaingan yang di gunakan oleh komputer workstation (client) tersebut. 2) Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan komputer adalah: i. Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card) ii. Kabel dan Konektor iii. Switch/Hub 3) Kabel UTP (Unshilded Twisted Pair) merupakan salah satu kabel untuk menghubungkan komputer dalam jaringan komputer dengan topologi Star dan yang paling banyak digunakan. 4) Kabel UTP dihubungkan dengan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel digunakan tang khusus yang dikenal dengan nama Cramping tools, sedangkan untuk kabel Coaxial dihubungkan dengan konektor BNC. c. Tugas 1 4) Amati Jaringan yang hendak perbaiki konektifitasnya dan catatlah! 5) Catatlah jenis, fungsi dan karakteristik peralatan dan bahan yang digunakan dalam jaringan dengan topologi Star maupun jaringan dengan topologi Bus. 6) Catat Kebutuhan alat dan bahan sesuai dengan topologi jaringan yang hendak diperbaiki konektifitasnya! d. Tes Formatif 1 4) Mengapa kabel UTP jangkauannya untuk membangun jaringan lebih pendek apabila dibandingkan dengan kabel coaxial? Jelaskan? 5) Apa yang dimaksud dengan terminator dan apa fungsinya pada jaringan dengan Topologi Bus? e. Kunci Jawaban Formatif 1 4) Karena kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Sedangkan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul interferensi listrik yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut, sehinga bila digunakan dalam kabel yang panjang interferensi listrik akan semakin tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam sistem jaringan tersebut. 5) Terminator adalah konektor yang digunakan dalam sistem jaringan dengan topologi Bus. Terminator mempunyai nilai tahanan 50 ohm. Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus. Apabila terdapat terminator pada kartu jaringan (LAN Card) dalam sebuah sistem jaringan dengan topologi bus berarti bahwa komputer tersebut merupakan ujung dari sebuah jaringan yang dibangun. f. Lembar Kerja 1 Alat dan bahan : Kabel coaxial, konektor BNC, T BNC, Terminator BNC, Kabel UTP, Konektor RJ45, Tang (Cramping tools). Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar. 8) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran listrik ketubuh (tersengat listrik) 9) Letakkan peralatan dan bahan pada tempat yang aman. 10) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar. Langkah Kerja 11) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman. 12) Periksa semua bahan dan peralatan dalam kondisi yang baik. 13) Catat jenis fungsi dan karakteristik peralatan serta bahan yang digunakan dalam jaringan denga topologi star maupun jaringan dengan topologi Bus. 14) Buatlah pengkabelan Coaxial menggunakan konektor BNC dengan baik. 15) Buatlah pengkabelan untuk kabel UTP model kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable) 16) Setelah selesai rapikan dan bersihkan tempat praktek Kegiatan Belajar 2 : Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan.Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama. Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni: 1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard: Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP. Pemasangan kartu jaringan dapat terlihat seperti gambar berikut: 2. Kartu jaringan model PCI 3. Motherboard 4. Kartu jaringan model ISA 2) Pemasangan Kabel pada Konektor a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas.Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak.Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC.Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter. b) Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45. Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu: i. Kabel Lurus (Straight Cable) Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch. Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut: Konektor 1 Pinout Konektor 2 Pinout Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 1 _____________________ 1 2 _____________________ 2 3 _____________________ 3 4 _____________________ 4 5 _____________________ 5 6 _____________________ 6 7 _____________________ 7 8 _____________________ 8 Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat ii. Kabel Silang (Crossover Cable) Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub. Skema kabel silang (Crossover Cable )adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut: Konektor 1 Pinout Konektor 2 Pinout Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 1--------------------------------- 1 2 -------------------------------- 2 3 -------------------------------- 3 4 -------------------------------- 4 5 -------------------------------- 5 6 -------------------------------- 6 7 -------------------------------- 7 8 -------------------------------- 8 Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan.Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. b) Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Gambaran pemasangan kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah sebagai berikut: 4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup. Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara: a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card) Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara: Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel Setelah kartu jaringan terdeteksi atau terinstal dengan benar maka langkah selanjutnya adalah setting protocol yang digunakan. b) Pemilihan Protocol Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut: 1. Memilih add pada configuration Network 2. Memilih protocol 3. Klik add 4. Pilih TCP/IP 5. Klik OK Pemilihan protocol untuk dapat melakukan pengalamatan IP Address dan subnet mask. c) Pengisian IP Address dan Subnetmask IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama. • Kelas Alamat IP Address IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak.Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu: • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet. Kelas A Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host. N = NetId, H = HostId Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId. Karakteristik Kelas A: Bit pertama : 0 panjang NetlD : 8 bit Panjang HostlD : 24 bit Byte pertama : 0-127 Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan) Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A Kelas B Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host. N = NetId, H = HostId Karakteristik Kelas B: 2 Bit pertama : 10 panjang NetlD : 16 bit Panjang HostlD : 16 bit Byte pertama : 128-191 Jumlah : 16.384 kelas B Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B Kelas C Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 256 host. N = NetId, H = HostId IP Addrress Kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil. Karakteristik Kelas C: 3 Bit pertama : 110 Panjang NetlD : 24 bit Panjang HostlD : 8 bit Byte pertama : 192-223 Jumlah : 256 kelas B Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C Subnetmask Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local. Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address. Tabel subnetmask Kelas IP Address Bit Subnet Subnet mask A 11111111 00000000 00000000 00000000 255.0.0.0 B 11111111 11111111 00000000 00000000 255.255.0.0 C 11111111 11111111 11111111 00000000 255.255.255.0 Untuk lebih mempermudah pengalamatan IP address lebih disarankan pemberian normor dilakukan dengan berurutan. Pilih TCP/IP 1. Klik Propertis 2. Pilih specify an IP Address Dengan penomoran IP Address yang berurutan akan mempermudah dalam mengingat dan proses perawatannya. d) Pemilihan Workgroup Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut. Untuk penentuan Workgroup dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai betikut:. Langkah Perubahan Workgroup 1. Pilih Identification 2. Menu perubahan workgroup Setelah selesai Konfigurasi konektifitas secara hardware dan software maka tindakan perbaikan boleh dibilang selesai tinggal meakukan pengujian saja. Komputer kemudian akan restart dan muncul kotak dialog untuk pengisian user name dan password. Rangkuman 2 Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN (Local Area Network). Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut: 1) Pemasangan Kartu Jaringan 2) Pemasanga Kabel pada konektornya 3) Pemasangan kabel pada jaringan 4) Penginstalan driver kartu jaringan (LAN Card) 5) Pemilihan jenis protocol 6) Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan 7) Pemilihan Workgroup g. Tugas 2 4) Amati pemasangan kartu jaringan pada motherboard yang baik. 5) Buatlah pengkabelan pada kabel Coaxial dengan konektor BNC 6) Buatlah pengkabelan pada kabel UTP Kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable)? Tes Formatif 2 4) Apa kelebihan dan kekurangan dari kabel jenis Coaxial dan UTP dalam sistem jaringan? 5) Apa perbedaan pengiriman data dan penerimaan data menggunakan kabel UTP model Kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable) 6) Apakah dalam setting konfigurasi komputer client terdapat perbedaan? Dimana perbedaannya dan kenapa? h. Kunci Jawaban Formatif 2 4) Kelebihan kabel Coaxial dalam sistem jaringan adalah kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Memiliki jangkauan yang panjang mencapai 300 m dalam satu jaringan. Kelemahan kabel Coaxial adalah Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) besar. Sedangkan kabel UTP keuntungannya adalah kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) tidak terjadi karena kabel data terpisah dan semua arus data ditangani oleh hub/switch.Kelemahan kabel UTP terjadinya interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel).Dalam kabel UTP timbul interferensi listris yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut.Daya jangkau kabel UTP 100 m dalam satu sistem jaringan. 5) Pengiriman data dengan model kabel lurus adalah data dikirimkan ke hub/switch baru dari hub dikembalikan. Pengiriman data oleh Network Adapter akan diterima sebagai signal pengiriman data oleh Hub/switch dan penerima data di Network Adapter dan Penerimaan data oleh Hub/switch. Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari komputer ke komputer seperti dalam sekema berikut:Pengiriman data oleh Network Adapter komputer 1 akan diterima sebagai sinyal penerima di Network Adapter komputer 2 dan Penerimaan data oleh Network Adapter komputer 1 adalah merupakan pengiriman data oleh Network Adapter komputer 2. 6) Setting konfigurasi koputer client terdapat perbedaan. Letak perbedaannya terdapat pada pengisian Computer Name dan pada IP Addressnya. Karena jika terjadi kesamaan nama akan mempersulit kita dalam pengenalan komputer mana yang kita hubungi jika namanya sama. Jika terjadi kesamaan pada IP Address maka dapat menyebabkan terjadinya perebutan alamat yang menyebabkan keduanya sama-sama tidak dapat mengakses sistem jaringan. Kegiatan Belajar 3 : Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni: 1. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan 2. Pengujian konektifitas jaringan 3. Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara: 1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni: a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, c) Pemasangan konektor tidak longgar d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan. 2) Pengujian konektifitas jaringan Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup. Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan. Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap. Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration) IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE seperti tampilan berikut: Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa : 1. Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7 2. Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter. 3. Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73 4. IP Addres adalah 10.1.1.7 5. Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi. Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik, seperti gambar berikut: Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal). Seperti pada gambar berikut: Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik.Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.Langkah Melakuan Sharing Data atau Directory: a. Pilih directory yang akan di sharing data b. Option pilihan sharing data Langkah Melakuan Sharing Printer a. Start setting printer b. Pilih printer yang akan di sharing Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak. Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki seperti pada gambar berikut: 3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan merupakan tindakan untuk melaporkan semua tindakan perbaikan yang dilakukan sampai dengan selesainya.Hal ini untuk mempermudah perawatan selanjutnya. Sistem pembuatan laporan ini secara lengkap yakni meliputi: Landaan teori /dasar teori, Alat dan Bahan ,Langkah kerja , Pengujian, Analisis dan , Kesimpulan c. Rangkuman 3 Pemeriksaan merupakan tindakan untuk melakukan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni: 1) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) dengan apakah telah terpasang dengan baik atau tidak 2) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, 3) Pemasangan konektor tidak longgar 4) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Pengujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang digunakan, IP Address, Subnet mask dan kecepatan akses perbayte serta informasi yang hilang (lost) dalam pengiriman data. pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas jaringan. laporan yang diberikan harus mencakup seluruh jaringan dan sistem jaringan yang dilakukan perbaikan. hal ini untuk mempermudah pemeriksaan dan perawatan selanjutnya. d. Tugas 3 1) Lakukan pemeriksaan jaringan dengan teliti dan benar. 2) Lakukan pengujian pada jaringan dengan cara yang telah anda ketahui pada sistem jaringan yang telah diperbaiki dan catatlah! 3) Susunlah laporan lengkap untuk tindakan perbaikan konektifitas beserta analisis dan kesimpulan. e. Tes Formatif 3 1) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer? 2) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP? f. Kunci Jawaban Formatif 3 1) Informasi yang diperoleh jika pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer adalah: a) Dapat mengetahui komputer saat ini yang masih tersambung dengan sistem jaringan b) Dapat mengetahui drive, Directory, Data, apa yang disharingkan oleh sebuah komputer dalam jaringan tersebut. c) Dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas yang disharingkan oleh komputer tersebut. 2) Informasi apasaja bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP Informasi yang diperoleh adalah: a) Host Name (Nama Komputer) b) Diskripsi Kartu jaringan yang digunakan c) Nomor Physical Adapter d) IP Addres e) Subnet Mask f) Kapasitas pengiriman data g) Waktu yang dibutuhkan 3) Tujuan dilakukan sharing data dan sharing printer adalah agar komputer lainnya dapat mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki termasuk melihat membuka dan lainnya sebatas kewenangan yang kita berikan. 1. Sebutkan urutan dalam perbaikan konektifitas jaringan komputer pada topologi star? 2. Bagaimana cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau belum apa indikasinya jika sudah terhubung? 3. Ada Berapakah Klas IP Address yang paling banyak digunakan dan bagaimana karakteristiknya dan berapa subnet masknya ? C. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Urutan perbaikan konektifitas jaringan komputer dengan topologi star adalah: a. Pemasangan Kartu Jaringan Pada Motherboard b. Pemasangan Kabel UTP pada konektor RJ 45 dengan model kabel lurus (Straight Cable). c. Pemasangan Konektor RJ 45 pada kartu jaringan dan pada Hub. d. Instalasi Driver Kartu jaringan e. Setting dan konfigurasi Kartu jaringan mencakup, jenis Protocol pengisian IP Address, Subnet mask dan penetuan workgroup yang digunakan. 2. cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau belum adalah dengan cara: a. Find Computer pada network neighborhood indikasi bila telah terhubung adalah akan ditemukan Computer name yang sesuai dengan pencarian jika Computer namenya benar. b. Double klik pada icon network neighborhood akan muncul computer name selain computer name milik kita sendiri. c. Windows Explorer pada drive network neighborhood akan muncul computer name selain computer name milik kita sendiri d. PING IP Address komputer lain maka akan mendapatkan balasan balasan pengiriman data bila komputer yangkita hubungi sedang aktif dan dalam sistem jaringan yang sama dengan kita. Sebagai contoh Replay from 10.1.1.1: bytes = 32 time <10 1.="1." 11="11" 12="12" 13="13" 14="14" 15="15" 16="16" 17="17" 18="18" 19="19" 1="1" 2.="2." 20="20" 21="21" 22="22" 23="23" 24="24" 25="25" 26="26" 2:="2:" 3.="3." 3="3" :=":" :kabel=":kabel" :kerusakan=":kerusakan" :kesalahan=":kesalahan" :secara=":secara" :server=":server" :tegangan=":tegangan" :workstation=":workstation" a.="a." ada="ada" adalah:="adalah:" adalah="adalah" adanya="adanya" admin.="admin." admin="admin" administrator="administrator" agar="agar" akan="akan" akandown="akandown" akses="akses" aktif="aktif" alah="alah" alamat="alamat" alas="alas" aliran="aliran" aman.="aman." antar="antar" antara="antara" apabila="apabila" artikan="artikan" artu="artu" atas:="atas:" atau="atau" atkif="atkif" b.="b." bacalah="bacalah" bagaimana="bagaimana" bagi="bagi" bagian="bagian" bahan="bahan" bahwa="bahwa" baik.="baik." baik="baik" banyak="banyak" bekerja="bekerja" belajar.="belajar." belajar="belajar" benar.="benar." benda="benda" berakibat="berakibat" berarti="berarti" berbasis="berbasis" berbeda="berbeda" berdasarkan="berdasarkan" berdo="berdo" berfungsi="berfungsi" berfungsinya="berfungsinya" berhenti.="berhenti." berhubungan="berhubungan" berikut:="berikut:" berisikan="berisikan" berkaitan="berkaitan" berkala.="berkala." berkala="berkala" berkarat="berkarat" berkomunikasi="berkomunikasi" bersihkan="bersihkan" berupa="berupa" besar="besar" biasanya="biasanya" biaya="biaya" bila="bila" bisa="bisa" bnc.="bnc." bnc="bnc" c.="c." card="card" cek="cek" cepat="cepat" client.="client." client="client" coaxial="coaxial" conector.="conector." cukup="cukup" daftar="daftar" dalam="dalam" dan="dan" dapat="dapat" dari="dari" dariprovider="dariprovider" data="data" dekat="dekat" dengan="dengan" di="di" diagnosa="diagnosa" diantaranya="diantaranya" diatas="diatas" diatasi="diatasi" dibagi="dibagi" dibandingkan="dibandingkan" digunakan="digunakan" dihasilkan="dihasilkan" dihubungkan="dihubungkan" dikarenakan="dikarenakan" dikeluarkan="dikeluarkan" dikhususkan="dikhususkan" dilakukan.="dilakukan." dilakukan="dilakukan" dilihat="dilihat" dipakai="dipakai" diperbolehkan="diperbolehkan" disebabkan="disebabkan" disebut="disebut" ditangani="ditangani" diuraikan="diuraikan" down.down="down.down" down="down" elektromagnetik="elektromagnetik" etwork="etwork" faktor-faktor="faktor-faktor" faktor="faktor" fisik="fisik" fungsinya="fungsinya" fungsionalitas="fungsionalitas" gangguan="gangguan" ganguan="ganguan" garis="garis" gejala="gejala" gunakan="gunakan" gunakanlah="gunakanlah" hal="hal" handphone="handphone" hanya="hanya" hardware="hardware" harus="harus" hasil="hasil" hati-hati.="hati-hati." hidup="hidup" hidupkan="hidupkan" hub.="hub." hub="hub" hubungan="hubungan" i.="i." ii.="ii." iii.="iii." indikasi="indikasi" indikator-indikator="indikator-indikator" indikator="indikator" ini="ini" interface="interface" internet="internet" ip="ip" isa="isa" isarat="isarat" istilah="istilah" iv.="iv." jadi="jadi" jangan="jangan" jarang="jarang" jaringan.="jaringan." jaringan.indikator="jaringan.indikator" jaringan.pekerjaan="jaringan.pekerjaan" jaringan="jaringan" jasa="jasa" jenis="jenis" jika="jika" juga="juga" kabel="kabel" kabelnya="kabelnya" kaki="kaki" karena="karena" karet="karet" kartu="kartu" ke="ke" keadaan="keadaan" kegiatan="kegiatan" kelompoknya="kelompoknya" kembali="kembali" kemungkinan="kemungkinan" kerja="kerja" kerusakan="kerusakan" kesabaran="kesabaran" kesalahan="kesalahan" kesehatan="kesehatan" keselamatan="keselamatan" ketelitian="ketelitian" ketubuh="ketubuh" khusus="khusus" kinerja="kinerja" kita="kita" klik="klik" komponen.="komponen." komponen="komponen" komputer.="komputer." komputer="komputer" komunikasi="komunikasi" kondisi="kondisi" konek="konek" konekor="konekor" koneksi="koneksi" konektifitas="konektifitas" konektor.kerusakan="konektor.kerusakan" konektor="konektor" konfigurasi="konfigurasi" korosi="korosi" lain="lain" lainnya="lainnya" lama="lama" lambat.="lambat." lambat="lambat" lampu="lampu" lan="lan" langkah="langkah" lebih="lebih" lembab="lembab" lembar="lembar" letakkan="letakkan" lihat.="lihat." line="line" listrik="listrik" longgar="longgar" magnet="magnet" maka="maka" makanan="makanan" maksimal.down="maksimal.down" masalah="masalah" masing="masing" mask="mask" masuk="masuk" masuklah="masuklah" mati="mati" matikan="matikan" matinya="matinya" maupun="maupun" medan="medan" media="media" melakukan="melakukan" melalui="melalui" meletakkan="meletakkan" memanfaatkan="memanfaatkan" membentuk="membentuk" memberikan="memberikan" membuat="membuat" memerlukan="memerlukan" memilah="memilah" memiliki="memiliki" mempengaruhi="mempengaruhi" mempermudah="mempermudah" memulai="memulai" mencakup="mencakup" mendadak="mendadak" mendeteksi="mendeteksi" mendiagnosis="mendiagnosis" mengalami="mengalami" mengeluarkan="mengeluarkan" mengenali="mengenali" mengetahui="mengetahui" menggunakan="menggunakan" menghindari="menghindari" menghubungkan="menghubungkan" mengidentifikasi="mengidentifikasi" menjadi="menjadi" menyala.="menyala." menyala="menyala" menyatakan="menyatakan" menyebabkan="menyebabkan" menyebut="menyebut" merupakan="merupakan" meyebabkan="meyebabkan" minuman="minuman" ms="ms" mudah="mudah" muncul="muncul" naik="naik" name="name" network="network" normal.="normal." oleh="oleh" operasi="operasi" operating="operating" optik="optik" optimal="optimal" otomatis="otomatis" pada="pada" pahami="pahami" paralel="paralel" pastikan="pastikan" pasword="pasword" pci="pci" pekerjaan="pekerjaan" pelayanan="pelayanan" pemakaian="pemakaian" pemanfaatan="pemanfaatan" pemasangan="pemasangan" pembagi="pembagi" penanganan="penanganan" penanganannya="penanganannya" pengaruh="pengaruh" penghubung="penghubung" pengkabel="pengkabel" pengkabelan="pengkabelan" penuh="penuh" penyimpanan="penyimpanan" peralatan="peralatan" perangkat="perangkat" perawatan="perawatan" perbaikan="perbaikan" periksa="periksa" perlu="perlu" permasalahan="permasalahan" persiapkan="persiapkan" petunjuk="petunjuk" pintu="pintu" pln.="pln." plug="plug" power="power" praktek="praktek" praktikum="praktikum" printer="printer" proses="proses" protokol="protokol" pusat="pusat" putus.="putus." rangkuman="rangkuman" rapikan="rapikan" relatif="relatif" resistor="resistor" rj45.="rj45." rj45="rj45" root="root" router="router" ruang="ruang" rusak.="rusak." saat="saat" saja.="saja." saja="saja" salah="salah" saling="saling" sama="sama" sampai="sampai" sangat="sangat" satu="satu" sc="sc" sebagai="sebagai" sebagainya.="sebagainya." sebagainya="sebagainya" sebagian="sebagian" sebelum="sebelum" sebuah="sebuah" secara="secara" sedang="sedang" sedikit="sedikit" sehinga="sehinga" sehingga="sehingga" sekali.="sekali." sekali="sekali" selain="selain" selesai="selesai" seluruh="seluruh" semua="semua" seperti="seperti" serat="serat" sering="sering" serta="serta" server.="server." server.apabila="server.apabila" server="server" sesuai="sesuai" setelah="setelah" setiap="setiap" setting="setting" sharing="sharing" short="short" signal="signal" sistem="sistem" sistematis.="sistematis." software="software" st.="st." stabil="stabil" star="star" start="start" suah="suah" subnet="subnet" sudah="sudah" sumber="sumber" susunan="susunan" swicth="swicth" switch.="switch." switch:="switch:" switch="switch" system="system" tambahan="tambahan" tanpa="tanpa" tegangan="tegangan" telah="telah" telphon="telphon" tempat="tempat" terawat="terawat" terbuat="terbuat" terbuka="terbuka" terdapat="terdapat" terganggu="terganggu" terhubung="terhubung" terjadi="terjadi" terjadinya="terjadinya" terkoneksi="terkoneksi" terlalu="terlalu" terminal="terminal" terminating="terminating" terpasang="terpasang" tersambung="tersambung" tersbut="tersbut" tersebut.="tersebut." tersebut.down="tersebut.down" tersebut.jadi="tersebut.jadi" tersebut="tersebut" tersengat="tersengat" terstruktur="terstruktur" tetapi="tetapi" tidak="tidak" tinggi="tinggi" topologi="topologi" ttl="128" turun="turun" untuk="untuk" user="user" utp="utp" v.="v." warnet.="warnet." warnet="warnet" warung="warung" workstation.="workstation." workstation="workstation" yaitu:="yaitu:" yanf="yanf" yang="yang">setting >klik Control Panel b. Pilih icon system double klik pilih menu Device Manager Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum.Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer dapat bekerja atau aktif. b) Pengkabelan dan Konektor Pemilihan media komunikasi menggunakan kabel sebagai penghubung antar komputer memang merupakan media yang cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF (radio frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah, mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi.Tetapi kesalahan dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu sendiri, serta layout atau topologi jaringan seringkali mengganggu dalam system jaringan kabel. 1. Untuk Pengunaan kabel thin coax 1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data. 2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel. 3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan. 4. Resistor pada terminating Connector 5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor 6. Longgar pada male connector: Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5 akan mengakibatkan system jaringan akan mengalami down (komunikasi antar komputer berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi pada workstation (client) yang bersangkutan saja yang berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka menyebabkan jaringan akandown juga. 2. Untuk Pengunaan kabel thick coax: Untuk jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis kabel thin coax karena menggunakan jenis topologi jaringan yang sama seperti dalam gambar berikut: 3. Untuk Penggunaan kabel UTP : Untuk kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan model ini relatif sedikit, karena jaringan model ini menggunakan topologi star, dimana workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti dalam gambar berikut: Untuk mengecek kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. 2) Software Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada umumnya bisa dikelompokkan atas: a. Kesalahan setting konfigurasi jaringan Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan : (1) Alamat port I/O (2) Nomor Interupt (3) Direct Memory Access Request line 4. Buffer memory Address Berbeda dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara otomatis telah tersedia. b. Kesalahan Protocol yang digunakan :Hal ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot ISA karena penentuan harus dilakukan secara manual. Apabila kita menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver dengan benar. c. Kesalahan pengalamatan IP. : Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data, jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. d. Kesalahan Indentifikasi Client dan server computer: Penentuan antara komputer server dan komputer client harus jelas untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan peer to peer tidak ada penentuan client dan server. e. Kesalahan Service Network (file and print sharing) :Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan file and print sharing. f. Kesalahan Security System: Kesalahan pemasukan password pada saat kita masuk dalam jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena kesalahan pengamanan (password). g. Kerusakan file program, sehingga perlu di update. : Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif). Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking: b. Tidak bisa Login dalam jaringan:Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan. c. Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Apabila secara hardware dan software tidak ada masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan semua data yang telah kita update ke sistem operasi. d. Tidak bisa sharing files atau printer. Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing.untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan klik kanan share. e. Tidak bisa install network adapter. Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut. Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah terinstall dengan driver bawaannya. f. Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita. Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena kita belum melakukan sharing data atau sharing printer. Kasus-kasus tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahan-kesalahan software pada saat setting Kartu jaringan.Setting kartu jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan. Pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, namaWorkgroupnya dan sebagainya. e. Rangkuman 2 Permasalahan muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan software. Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan yang sering dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya. Untuk pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel terbuka (open), kabel short dan konektor longgar. Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan setting dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer client yang digunakan, jenis protokol yang dipakai jaringan dan workgroup yang digunakan. Kegiatan Belajar 3: Mengisolasi Permasalahan Mengisolasi permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal yang berakibat lebih fatal dalam jaringan.Hal ini dilakukan agar jaringan dapat berfungsi secara baik dan normal kembali.Tindakan pengisolasian termasuk didalamnya merupakan jalan keluar (pemecahan) dari permaslahan yang dihadapi.Tindakan pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat dipisahkan menjadi dua juga yakni pengisolasian secara hardware dan secara software. 1) Pengisolasian permasalahan secara Hardware Tindakan pengisolasian kerusakan yang disebabkan oleh hardware harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis. Cara yang terstruktur dan sistematis diharapkan dengan cepat dapat menemukan sumber kerusakan atau sumber permasalahan. Tindakan pengisolasian secara terstruktur dan sistematis dapat dilakukan sebagai berikut: i. Tindakan pertama (mengisolasi kerusakan pada kartu jaringan): Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara melihat indikator pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam kondisi yang atau bekerja baik maka lampu menyala dan saat tidak aktif atau rusak maka lampu tidak menyala saat komputer telah dihidupkan dan terhubungkan dengan jaringan komputer yang lain ataupun dengan Hub/switch. Dapat juga dilihat pada window Control Panel > double klik system pilih menu Device Manager. Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum dengan melihat pada Network adapter.Apabila sudah dikenal maka tinggal melakukan setting konfigurasi jaringan. Apabila kartu jaringan belum dikenal atau sudah dikenal tetapi ada tanda (!), (?) dan tanda (X) menyatakan bahwa perlu dilakukan instalasi software driver dari kartu jaringan tersebut. Apabila dari kedua hal tersebut indikator lampu yang ada kartu jaringan tetap tidak menyala saat telah terhubungkan dengan jaringan komputer lain atau dengan Hub/switch atau tidak dikenal oleh device manager maka perlu dilakukan penggantian kartu jaringan karena kartu jaringan tersebut dalam kondisi yang rusak. 1. Konsidi sudah dikenal tetapi instalasi software belum sempurna. 2. Sudah dikenal dan Siap untuk di setting konfigurasi jaringannya. ii. Tindakan kedua (mengisolasi permasalahan pengkabelan dan konektor):Tindakan pengisolasian untuk pengkabelan dan konektor terdapat perbedaan antara model coaxial dengan konektor BNC dan pengkabelan UTP dengan konektor RJ45. b. Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan konektor BNC. Pengisolasian untuk pengkabelan jenis coaxial lebih rumit, karena apabila terjadi jarigan yang down untuk jaringan bertopologi Bus atau ring menggunakan kabel coaxial harus dilakukan pengecekan satu persatu. Seperti dalam gambar berikut untuk pengisolasian permasalahan yang sering terjadi: Untuk pengisolasian permasalahan nomor 1,3,4 dan 5 dilakukan dengan pengecekan satu persatu dari terminal konektor dengan menggunakan multimeter. Pengecekan dilakukan satu persatu dengan melepaskan konektor BNC dari T BNC daru dilakukan pengetesan ujung ke ujung kabel tersebut apabila terjadi hubug sigkat pada pemasangan plug konektor maka pisahkan pisahkan yang menyebabkan hubung singkat tersebut. Apabila terjadi open kabel atau kabel putus dalam kabel coaxial maka lakukan penggantian kabel. Jangan melakukan penyambungan kabel coaxial diantara plug konektor karena menyebabkan jaringan down karena nilai resistansi yang tidak sesuai pada sambungan tersebut dengan pada kabel tersebut. Pengisolasian pada permasalahan Resistor pada terminating Connector dilakukan dengan penggantian terminator BNC yang baru.Konektor yang longgar pada male conektor pengisolasiannya dapat dilakukan dengan mengencangkan T BNC pada konektor BNC secara keseluruhan. c. Pengisolasian untuk pengkabelan yang menggunakan kabel UTP Pengisolasian pengkabelan pada permasalahan jaringan yang menggunakan kabel UTP relatif lebih mudah. Kemudahan pengisolasian kabel UTP pada jaringan dengan topologi Star hanya komputer yang bermasalah saja yang kita tangani tanpa mengganggu jaringan tersebut (komputer yang lainnya masih tetap bekerja normal. Setiap workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub sehingga apabila komputer yang kita gunakan bermasalah maka komputer lain tidak terganggu. Seperti dalam gambar berikut pengisolasian permasalahan yang muncul dalam jaringan komputer dengan kabel UTP dengan topologi jaringan star. Keterangan Gambar: 2. Konektor longgar (tidak terhubung) 3. Kabel short 4. Kabel terbuka (open) Perbaikan untuk jaringan yang longgar dilakukan pengencangan pada hub/switch dan pada kartu jaringan.Pengisolasian pada kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. Pengkabelan dengan menggunakan kabel UTP tidak boleh disambung karena akan mempengaruhi kinerja jaringan. kalau sudah tidak memungkinkan lebih baik dilakukan penggantian kabel beserta konektornya, karena konektor RJ45 hanya digunakan sekali pakai jika sudah diCrimping maka sudah tidak dapat dipakai lagi. 2) Software :Pengisolasaian Protocol yang digunakan harus ditentukan pada saat instalasi software Kartu jaringan. Seperti pada contoh penggunakan protocol TCP/IP. 1. Memilih add pada configuration Network 2. Memilih protocol 3. Klik add 4. Pilih TCP/IP 5. Klik OK e) Kesalahan pengalamatan IP. : Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. Pengisolasian yang dapat dilakukan dengan melakukan seting ulang alamat IP Address dan subnetmasknya sesuai dengan jaringan yang digunakan. Seperti pada gambar berikut: 2) Pilih TCP/IP 3. Klik Propertis 4. Pilih specify an IP Address 1) Kesalahan Identifikasi workgrup Workgroup merupakan kumpulan atau nama kelompok jaringan yang kita gunakan. Isolasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perubahan nama workgroup sesuai dengan jaringan yang ada. Seperti gambar berikut merupakan cara untuk melakukan perubahan pada workgroup. Computer name untuk memberikan nama komputer tersebut, Workgroup merupakan nama kelompok jaringan yang kita akan masuki, Computer Description merupakan diskripsi komputer. Langkah Perubahan Workgroup 1. Pilih Identification 2. Menu perubahan workgroup 2) Kesalahan Service Network (file and print sharing) :Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan sharingfile and print. 3) Kerusakan file program, sehingga perlu di update. Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif). Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking: a) Tidak bisa Login dalam jaringan Kasus tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan.Apabila kita telah melakukan instalasi dan konfigurasi kartu jaringan dengan sempurna maka bisa juga karena kesalahan kita dalam memasukkan password yang salah saat kita Login ke jaringan. b) Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Kasus ini sering terjadi karena sistem windows yang kurang baik sehingga perlu melakukan refresh apabila menutup program atau mau menjalankan program. c) Tidak bisa sharing files atau printer. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akah disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing .Langkah Melakuan Sharing Data Atau Directory g. Pilih directory yang akan di sharing data h. Option pilihan sharing data a. Start setting printer b. Pilih printer yang akan di sharing c. Option pilihan sharing printer d) Tidak bisa install network adapter. Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai dengan kartu jaringan yang dipasang, atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut. e) Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita. Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan kita belum melakukan sharing data atau sharing printer. Kasus-kasus tersebut lebih banyak disebabkan oleh instalasi software dan konfigurasi yang tidak teliti.Hal tersebut menyebabkan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan tidak dapat mengakses jaringan. Pengisolasian dan pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, namaWorkgroup dan sebagainya sehingga didapatkan koneksi jaringan yang sempurna. i. Rangkuman 3 j. Pengisolasian kerusakan dalam hardware yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur dapat mempermudah penyelesaian masalah jaringan yang dihadapi.Sistematis dan terstruktur memiliki maksud dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan pengkabelan sampai instalasi softwarenya. Isolasi permasalahan secara terjadi pada Instalasi software driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan, baik Pengalamatan TCP/IP meliputi IP Adress dan subnet mask serta workgroup yang digunakan. 1. Sebutkan Langkah-langkah penanganan masalah dalam jaringan komputer? 2. Sebutkan keuntungan atau kelebihan dari LAN dengan topologi Star dalam penanganan permasalahan dalam JaringanLAN? 3. Sebuah sekolah SMU mempunyai rencana untuk membangun lab Komputer 2 lantai, luas ruangan 6 x 6 meter, setiap ruang diberi komputer berjumlah 20 unit rencana jaringan tersebut akan dibangun menggunakan topologi star dan jaringan antara lab 1 dan lab 2 terhubung, anda diberikan tugas untuk: i. Merencanakan peralatan yang dibutuhkan dan jumlahnya (berapa buah atau berapa meter). ii. Menggambarkan Layout jaringan yang akan anda buat beserta IP Address dan Subnet mask yang digunakan. D. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Langkah penanganan kerusakan jaringan terbagi atas dua yakni penanganan Hardware dan penanganan Software. Penanganan hardware harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk mempermudah penyelesaian masalah jaringan yang dihadapi.Penanganan yang dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan, pengkabelan dan konektor. Penanganan permasalahan pada Software dapat dilakukan dengan cermat dan teliti mencakup: Instalasi software driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan. Konfigurasi kartu jaringan meliputi menggunakan TCP/IP meliputi IP Adress, subnet maskdan workgroup yang digunakan. 2. Topologi Star adalah topologi yang setiap node akan menuju node pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.Sehingga penanganan kerusakan hanya terjadi pada client yang bermasalah tanpa mengganggu jaringan secara keseluruhan. 3. a. peralatan yang dibutuhkan meliputi: 1) 2 buah server 2) 40 client 3) Kartu jaringan 42 buah 4) Konektor RJ 45 84 buah 5) Hub 2 buah 6) Repeater /Router 1 buah 7) Kabel + 500 meter iii. Gambar layout berdasarkan kerapian, Nomor IP Address yang digunakan sesuai dengan Jenis jaringan Klas A, B, atau C antara lab 1 dan 2 boleh lebih baik menggunakan Router atau Repeater
Dalam instalasi sistem operasi berbasis Linux biasanya digunakan partisi yang cukup banyak yaitu /root, /boot, /home, /var, /usr dan swap. Setelah proses partisi selesai dilakukan baik secara otomatis maupun manual, maka proses selanjutnya adalah pemilihan BootLoader. Boot loader merupakan software yang pertama kali dijalankan ketika komputer pertama kali dinyalakan. Software ini berfungsi pada saat loading dan transfer control untuk mengoperasikan sistem kernel software. Pengaturan boot loader mempunyai peranan yang penting jika komputer yang akan diinstal mempunyai sistem operasi lain maka dapat dipilih sistem operasi mana yang akan digunakan. Redhat 9 menyediakan dua softwareboot loader yaitu GRUB dan LILO. Sistem operasi Redhat Linux memerlukan setting konfigurasi jaringan. Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi jenis network device yang sesuai. Selanjutnya masukkan alamat IP dan netmask. Contoh penomoran IP Address adalah 192.168.10.100 Sedangkan untuk Subnetmask 255.255.255.0 Pengaturan IP Address dan Subnet Mask harus disesuaikan dengan konfigurasi LAN yang dibangun agar masing-masing komputer dapat bekerja dengan baik. Konfigurasi Fire Wall Untuk meningkatkan keamanan komputer pada network, Redhat Linux menyediakan Firewall Protection.Kita dapat memilih tingkat keamanan yang diiginkan seperti pada gambar di atas. Di sini disediakan 3 tingkat keamanan yaitu • High: Tingkat keamanan ini hanya membolehkan koneksi sesuai dengan defult setting sehingga hanya dapat melakukan koneksi dengan DNS replies dan DHCP • Medium: Tingkat mediium memberikan batasan-batasan koneksi terhadap source tertentu dalam sistem. • No Firewall: Pemilihan tingkat keamanan No Firewall dapat dilakukan jika yakin bahwa sistem berada dalam jaringan yang dapat dipercaya. Pengaturan Waktu: Pengaturan waktu harus dilakukan agar waktu yang ditunjukkan pada komputer sesuai dengan tempat dimana komputer diletakkan. Pengaturan User: Setel`h proses instalasi maka akan muncul setting pasword root (administrator jaringan). Pada proses ini diperlukan pengaturan pasword root (administrator). Setelah password root ditentukan langkah berikutnya merupakan proses pengkopian file-file yang diperlukan ke dalam hardisk sampai proses instalasi selesai dengan ditandai tampilan yang menyatakan bahwa proses instalasi telah selesai. a. Rangkuman 3 1) Proses intalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM dimulai dengan melakukan setting BIOS agar booting pertama kali dari CD 2) Untuk masuk ke menu instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan mode text, pada menu utama [ketik Linux] Text lalu tekan [Enter] untuk masuk ke dalam proses instalasi. 3) Dalam proses instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 diperlukan partisi hardisk yang dapat dilakukan secara otomatis maupun manual dengan Disk Druids menjadi beberapa partisi antara lain /root , /usr, /home, /var dan swap. 4) Proses intalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan mode textsama mudahnya dengan mode grafik. b. Tugas 3 1) Pelajari buku manual proses instalasi Redhat Linux 9 secara mendalam untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam. 2) Pelajari macam-macam hardware komputer yang ada sehingga proses instalasi sistem operasi menjadi lancar. 3) Pelajari bagaimana setting BIOS yang berhubungan dengan proses instalasi. c. Tes Formatif 3 1) Jelaskan urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM ! 2) Buatlah partisi hardisk anda menjadi 5 buah dengan spesifikasi sebagai berikut : /root, swap, /usr, /home dan /var 3) Instal komputer dengan sistem opoerasi Redhat Linux dengan mode text. d. Kunci Jawaban Formatif 3 1) Urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux 9 dengan metoda dari CDROM yaitu : Melakukan setting BIOS agar boot dari CD-ROM, Memasukkan CD # 1 Master Redhat Linux 9 ke dalam CD-ROM dan lakukan boot ulang, Pilih mode instalasi , Lakukan pemilihan bahasa, keyboar, mouse dan lainnya, Buatlah partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu /root dan swap, Ikuti proses instalasi sampai selesai, Boot ulang komputer. 2) Partisi dapat dibuat dari proses instalasi Redhat Linux 9 atau dengan program lain seperti fdisk dari DOS, Partisi Magic atau program lainnya. 3) Lihat materi 3. 4. Kegiatan Belajar 4 : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan Sistem Operasi Jaringan 1) Konfigurasi Sistem: pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta diklat berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana.Setelah sistem operasi Redhat Linux 9 terinstal ke hardisk, pada saat pertama kali sistem dijalankan maka akan muncul tampilan mode text sebagai berikut. Localhost login: Tuliskan nama user yang anda buat pada waktu instalasi lalu tekan Misal nama login adalah “root” dengan password “denmas” Tombol [Enter] maka tampilan akan nampak seperti berikut : admins login : root password : ****** Jika login dan password anda telah diisi dengan benar, maka proses login sudah berhasil dan akan muncul tampilan shell prompt mode text. 2) Instalasi DNS (Domain Name Server) Layanan yang paling fundamental pada jaringan internet adalah Name Service.Layanan ini berfungsi untuk menterjemahkan nama host menjadi alamat IP. Sebagai contoh jika anda ingin terhubung dengan komputer dalam jaringan internet yang mempunyai alamat IP 202.134.0.55, anda cukup menuliskan http://www.telkom.net.id. Alamat IP yang berupa kode bilangan sangat susah untuk diingat dibanding dengan alamat web site. Dengan adanya DNS akan sangat membantu untuk berhubungan dengan komputer dalam jaringan tanpa perlu mengetanui alamat IP-nya. Untuk menjalankan DNS, diperlukan paket-paket BIND yang harus terinstal. Pada RedHat 9.0 paket BIND yang diperlukan antara lain bind-9.2.1-16.i386.rpm redhat-config-bind-1.9.0-13.noarch.rpm bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm Sebelumnya check terlebih dahulu apakah package-package yang dibutuhkan sudah terinstal, yaitu dengan perintah : [root@server root]# rpm -qa | grep bind bind-9.2.1-16 redhat-config-bind-1.9.0-13 bind-utils-9.2.1-16 [root@server root]# rpm -qa | grep nameserver caching-nameserver-7.2-7 Jika package-package tersebut belum terinstal maka untuk melakukan instalasi pada RedHat Linux 9, dilakukan langkah-langkah berikut : a) Mount CD-ROM dengan perintah[root@server root]# mount /mnt/cdrom b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut diletakkan, misal ada pada direktori /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/ c) Lakukan instalasi dengan perintah[root@server root]# rpm -Uvh bind-9.2.1-16.i386.rpm redhat-config-bind-1.9.0-13.noarch.rpm bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm Preparing... ######################################## [100%] 1:caching-nameserver ######################################## [100%] 2:bind ######################################## [100%] 3:bind-utils ######################################## [100%] 4:redhat-config-bind ######################################## [100%] d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan e) Lihat file yang telah terinstal dengan perintah[root@server root]# rpm –ql bind | less 3) Instalasi Web Server ApacheLinux Redhat 9 menyediakan layanan web server Apache yang dapat menjalankan program web berbasis HTML maupun PHP. Untuk melakukan instalasi web server Apache dan PHP dapat dilakukan sebagai berikut :Untuk melakukan kompilasi program apache terlebih dahulu source program apache yang terdapat pada direktori /home/admin/src diekstrak, kemudian file yang dibutuhkan untuk mem-patch apache dimasukkan ke dalam direktori hasil ekstrak source program apache. Langkah-langkahnya adalah seb`gai berikut : $ cd ~/src $ tar xzf /httpd-2.0.48.tar.gz $ cd httpd-2.0.48 $ cp ~/src/suexec-patch . Kemudian langkah kompilasi apache 2 dengan patch suEXEC dilakukan dengan perintah-perintah : $ patch –pl < suexec-patch $ ./configure –prefix=/opt/httpd –enable-suexec –with-suexec-caller=apache –enable-info $ && su –c make\ install Hasil kompilasi tersebut terletak pada direktori /opt/httpd, dan agar hanya user yang berhak saja yang dapat menjalankan apache, perlu dibuatkan user khusus yang memiliki direktori ini.Perintah yang digunakan : # /usr/sbin/useradd –u 330 –s /bin/true –d /opt/httpd apache # chown –R apache.apache /opt/httpd/htdocs 4) Instalasi Database Server MySQL: Database merupakan layanan yang sangat penting dalam pembangunan sistem informasi. Suatu instansi seperti bank, universitas, kantor pajak, kepolisian, perusahaan telekomunikasi dan lainnya hampir dapat dipastikan membutuhkan server database untuk menyimpan dan mengorganisasi data-datanya. Untuk melakukan instalasi database server MySQL, sebelumnya perlu dicek apakah package-package yang dibutuhkan sudah terinstal dengan perintah : [root@server root]# rpm -qa | grep mysql mysql-server-3.23.54a-11 mysql-3.23.54a-11 mod_auth_mysql-1.11-12 php-mysql-4.2.2-17 Apabila package-package tersebut belum terinstal maka untuk melakukan instalasi pada RedHat 9.0, dilakukan langkah-langkah berikut : a) Mount CD-ROM dengan perintah[root@server root]# mount /mnt/cdrom b) Berpindah pada direktori dimana package-package tersebut diletakkan, misal ada pada direktori /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/, maka dengan perintah[root@server root]# cd /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/ c) Lakukan instalasi dengan perintah [root@server root]# rpm -Uvh mysql-server-3.23.54a-11.i386.rpm mysql-3.23.54a-11.i386.rpm mod_auth_mysql-1.11-12.i386.rpm php-mysql-4.2.2-17.i386.rpm Preparing... ######################################### [100%] 1:mod_auth_mysql ######################################### [100%] 2:mysql ######################################### [100%] 3:mysql-server ######################################### [100%] 4:php-mysql ######################################### [100%] d) Penuhi dependensi apabila dibutuhkan e) Lihat file yang telah terinstall dengan perintah[root@server root]# rpm –ql mysql | less a. Rangkuman 4 1) Pada saat pertama kali menjalankan sistem operasi Redhat Linux 9 maka akan muncul menu shell prompt yang akan menanyakan nama login dan password. Dengan mengisi nama login dan password dengan benar baik sebagai user maupun administrator maka kita akan masuk ke dalam mode text Linux 2) Login ke sistem sebagai root mempunyai bahaya yang sangat besar karena dengan login sebagai root dapat melakukan apa saja ke sistem, sehingga jika tidak terlalu penting lebih baik login sebagai user. 3) Redhat Linux 9 menyediakan package yang cukup banyak dalam CD distribusinya antara lain adalah DNS Server, Apache Web Server, MySQL Server dan lain sebagainya. 4) Apache Server berfungsi sebagai server web jika komputer ingin dihubungkan dalam bentuk web. 5) MySQL Server merupakan server basis data yang dapat digunakan untuk mengelola data dalam jaringan baik berbasis LAN maupun web. b. Tugas 4 1) Buatlah user baru dengan nama bebas dan password juga bebas tetapi pastikan pada saat mengisi password dan retype password harus sama. 2) lakukan instalasi Apache Web Server dan MySQl Server pada komputer. 3) Pelajari lebih mendalam mengenai Apache Web Server, MySQL Server, Telnet, SSH dan Webmail. c. Tes Formatif 4 1) Sebutkan ada berapa pengguna yang dapat menggunakan sistem operasi jaringan dan tentukan kewenangan masing-masing pengguna terbut. 2) Jelaskan bagaimana cara membuat user baru dan menentukan hak akses bagi user tersebut. d. Kunci Jawaban Formatif 4 1) Ada 2 pengguna dalam sistem operasi jaringan yaitu administrator jaringan dan user. User merupakan pengguna yang diberi hak yang terbatas oleh administrator untuk melakukan pengoperasian ke dalam komputer. Sedangkan administrator merupakan pengguna tertinggi dalam sistem operasi jaringan. 2) Cara membuat user adalah anda harus login sebagai administrator lalu masuk ke dalam menu add user. Tentukan login user dan passwordnya serta hak akses yang diperbolehkan kepada user tersebut A. PERTANYAAN 1. Sistem operasi apa sajakah yang dapat digunakan sebagai server dalam jaringan ! 2. Dalam melakukan instalasi sistem operasi Redhat Linux 9, hal-hal apa sajakah yang harus diperhatikan ? 3. Sebutkan dan jelaskan keuntungan dan kerugian beberapa metoda instalasi Redhat Linux 9 4. Instal sistem operasi jaringan Redhat Linux 9 ke hardisk dengan mode text B. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan instalasi Redhat 9 adalah : a. Pemilihan Versi RedhatKarena terdapat varian Redhat maka perlu dipilih varian mana yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi pekerjaan b. Pemilihan mode instalasi: Mode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menu-menu program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini memerlukan dukungan hardware yang bagus.Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih mode text untuk mempercepat proses instalasi c. Pemilihan metode instalasi: Redhat Linux menyediakan beberapa cara instalasi yaitu dengan CD-ROM, melalui hard disk, Melalui NFS, FTP maupun HTTP. Proses instalasi melalui CD-ROM dan hard disk lebih baik karena lebih mudah dan cepat. d. Penomoran TCP/IP: Setelah peserta diklat melakukan instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dengan benar, kemudian dapat mengeceknya apakah sistem operasi yang telah diinstal dapat bekerja sesuai dengan yang diiginkan. 3. Beberapa Metoda Instalasi Redhat Linux 9 Metode CD-ROM: Kelebihan : Mudah dan cepat Kelemahan : perlu hati-hati dengan pemilihan CD karena CD kadang sering mengalami kerusakan sehingga dalam proses instalasi sering tidak berhasil Metode Hard Disk: Kelebihan : Proses cepat Kelemahan : diperlukan kapasitas Hard disk yang besar Metode NFS Image: Kelebihan : tidak perlu CD-ROM dan kapasitas hard disk yang besar Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik Metode FTP:Kelebihan : hampir sama dengan NFS Image Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik Metode HTTP: Kelebihan : hampir sama dengan NFS Image Kelemahan : diperlukan konekasi jaringan yang cepat agar proses instalasi dapat berjalan dengan baik 4. Lihat proses dan hasilnya 2. Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node. Karakteristik topologi Bus adalah: b. merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. c. Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi d. Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data). e. Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti f. Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal. Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah: 1. Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card):Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA a. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC dan RJ45 b. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC 2. Kabel dan konektor : Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps. Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap. Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni: a) Konektor BNC :Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial. b) TerminatorBNC: Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm. c) TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan. Jenis-jenis Konektor BNC : a. Konektor BNC, b. Terminator BNC, c. T BNC 1) Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star :Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.Panjang kabel tidak harus sesuai (matching).Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan. Karateristik topologi Star adalah: a) Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi. b) Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node. c) Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain d) Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah: a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card):Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI. a. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor BNC dan RJ45 b. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor RJ 45 b) Kabel dan Konektor :Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orange-putih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biru-putih biru). Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools. b. Rangkuman 1 1) Sebelum melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer workstation (client) yang bermasalah diperlukan peralatan dan harus diketahui jenis topologi jaingan yang di gunakan oleh komputer workstation (client) tersebut. 2) Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan komputer adalah: i. Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card) ii. Kabel dan Konektor iii. Switch/Hub 3) Kabel UTP (Unshilded Twisted Pair) merupakan salah satu kabel untuk menghubungkan komputer dalam jaringan komputer dengan topologi Star dan yang paling banyak digunakan. 4) Kabel UTP dihubungkan dengan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel digunakan tang khusus yang dikenal dengan nama Cramping tools, sedangkan untuk kabel Coaxial dihubungkan dengan konektor BNC. c. Tugas 1 4) Amati Jaringan yang hendak perbaiki konektifitasnya dan catatlah! 5) Catatlah jenis, fungsi dan karakteristik peralatan dan bahan yang digunakan dalam jaringan dengan topologi Star maupun jaringan dengan topologi Bus. 6) Catat Kebutuhan alat dan bahan sesuai dengan topologi jaringan yang hendak diperbaiki konektifitasnya! d. Tes Formatif 1 4) Mengapa kabel UTP jangkauannya untuk membangun jaringan lebih pendek apabila dibandingkan dengan kabel coaxial? Jelaskan? 5) Apa yang dimaksud dengan terminator dan apa fungsinya pada jaringan dengan Topologi Bus? e. Kunci Jawaban Formatif 1 4) Karena kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Sedangkan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul interferensi listrik yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut, sehinga bila digunakan dalam kabel yang panjang interferensi listrik akan semakin tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam sistem jaringan tersebut. 5) Terminator adalah konektor yang digunakan dalam sistem jaringan dengan topologi Bus. Terminator mempunyai nilai tahanan 50 ohm. Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus. Apabila terdapat terminator pada kartu jaringan (LAN Card) dalam sebuah sistem jaringan dengan topologi bus berarti bahwa komputer tersebut merupakan ujung dari sebuah jaringan yang dibangun. f. Lembar Kerja 1 Alat dan bahan : Kabel coaxial, konektor BNC, T BNC, Terminator BNC, Kabel UTP, Konektor RJ45, Tang (Cramping tools). Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar. 8) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran listrik ketubuh (tersengat listrik) 9) Letakkan peralatan dan bahan pada tempat yang aman. 10) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar. Langkah Kerja 11) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman. 12) Periksa semua bahan dan peralatan dalam kondisi yang baik. 13) Catat jenis fungsi dan karakteristik peralatan serta bahan yang digunakan dalam jaringan denga topologi star maupun jaringan dengan topologi Bus. 14) Buatlah pengkabelan Coaxial menggunakan konektor BNC dengan baik. 15) Buatlah pengkabelan untuk kabel UTP model kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable) 16) Setelah selesai rapikan dan bersihkan tempat praktek Kegiatan Belajar 2 : Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan.Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama. Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni: 1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard: Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP. Pemasangan kartu jaringan dapat terlihat seperti gambar berikut: 2. Kartu jaringan model PCI 3. Motherboard 4. Kartu jaringan model ISA 2) Pemasangan Kabel pada Konektor a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas.Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak.Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC.Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter. b) Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45. Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu: i. Kabel Lurus (Straight Cable) Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch. Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut: Konektor 1 Pinout Konektor 2 Pinout Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 1 _____________________ 1 2 _____________________ 2 3 _____________________ 3 4 _____________________ 4 5 _____________________ 5 6 _____________________ 6 7 _____________________ 7 8 _____________________ 8 Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat ii. Kabel Silang (Crossover Cable) Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub. Skema kabel silang (Crossover Cable )adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut: Konektor 1 Pinout Konektor 2 Pinout Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 1--------------------------------- 1 2 -------------------------------- 2 3 -------------------------------- 3 4 -------------------------------- 4 5 -------------------------------- 5 6 -------------------------------- 6 7 -------------------------------- 7 8 -------------------------------- 8 Orange Putih Orange Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat 3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan.Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. b) Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Gambaran pemasangan kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah sebagai berikut: 4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup. Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara: a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card) Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara: Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel Setelah kartu jaringan terdeteksi atau terinstal dengan benar maka langkah selanjutnya adalah setting protocol yang digunakan. b) Pemilihan Protocol Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut: 1. Memilih add pada configuration Network 2. Memilih protocol 3. Klik add 4. Pilih TCP/IP 5. Klik OK Pemilihan protocol untuk dapat melakukan pengalamatan IP Address dan subnet mask. c) Pengisian IP Address dan Subnetmask IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama. • Kelas Alamat IP Address IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak.Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu: • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet. Kelas A Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host. N = NetId, H = HostId Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId. Karakteristik Kelas A: Bit pertama : 0 panjang NetlD : 8 bit Panjang HostlD : 24 bit Byte pertama : 0-127 Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan) Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A Kelas B Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host. N = NetId, H = HostId Karakteristik Kelas B: 2 Bit pertama : 10 panjang NetlD : 16 bit Panjang HostlD : 16 bit Byte pertama : 128-191 Jumlah : 16.384 kelas B Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B Kelas C Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 256 host. N = NetId, H = HostId IP Addrress Kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil. Karakteristik Kelas C: 3 Bit pertama : 110 Panjang NetlD : 24 bit Panjang HostlD : 8 bit Byte pertama : 192-223 Jumlah : 256 kelas B Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C Subnetmask Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local. Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address. Tabel subnetmask Kelas IP Address Bit Subnet Subnet mask A 11111111 00000000 00000000 00000000 255.0.0.0 B 11111111 11111111 00000000 00000000 255.255.0.0 C 11111111 11111111 11111111 00000000 255.255.255.0 Untuk lebih mempermudah pengalamatan IP address lebih disarankan pemberian normor dilakukan dengan berurutan. Pilih TCP/IP 1. Klik Propertis 2. Pilih specify an IP Address Dengan penomoran IP Address yang berurutan akan mempermudah dalam mengingat dan proses perawatannya. d) Pemilihan Workgroup Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut. Untuk penentuan Workgroup dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai betikut:. Langkah Perubahan Workgroup 1. Pilih Identification 2. Menu perubahan workgroup Setelah selesai Konfigurasi konektifitas secara hardware dan software maka tindakan perbaikan boleh dibilang selesai tinggal meakukan pengujian saja. Komputer kemudian akan restart dan muncul kotak dialog untuk pengisian user name dan password. Rangkuman 2 Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN (Local Area Network). Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut: 1) Pemasangan Kartu Jaringan 2) Pemasanga Kabel pada konektornya 3) Pemasangan kabel pada jaringan 4) Penginstalan driver kartu jaringan (LAN Card) 5) Pemilihan jenis protocol 6) Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan 7) Pemilihan Workgroup g. Tugas 2 4) Amati pemasangan kartu jaringan pada motherboard yang baik. 5) Buatlah pengkabelan pada kabel Coaxial dengan konektor BNC 6) Buatlah pengkabelan pada kabel UTP Kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable)? Tes Formatif 2 4) Apa kelebihan dan kekurangan dari kabel jenis Coaxial dan UTP dalam sistem jaringan? 5) Apa perbedaan pengiriman data dan penerimaan data menggunakan kabel UTP model Kabel lurus (Straight Cable) dan kabel silang (Crossover Cable) 6) Apakah dalam setting konfigurasi komputer client terdapat perbedaan? Dimana perbedaannya dan kenapa? h. Kunci Jawaban Formatif 2 4) Kelebihan kabel Coaxial dalam sistem jaringan adalah kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Memiliki jangkauan yang panjang mencapai 300 m dalam satu jaringan. Kelemahan kabel Coaxial adalah Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) besar. Sedangkan kabel UTP keuntungannya adalah kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) tidak terjadi karena kabel data terpisah dan semua arus data ditangani oleh hub/switch.Kelemahan kabel UTP terjadinya interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel).Dalam kabel UTP timbul interferensi listris yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut.Daya jangkau kabel UTP 100 m dalam satu sistem jaringan. 5) Pengiriman data dengan model kabel lurus adalah data dikirimkan ke hub/switch baru dari hub dikembalikan. Pengiriman data oleh Network Adapter akan diterima sebagai signal pengiriman data oleh Hub/switch dan penerima data di Network Adapter dan Penerimaan data oleh Hub/switch. Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari komputer ke komputer seperti dalam sekema berikut:Pengiriman data oleh Network Adapter komputer 1 akan diterima sebagai sinyal penerima di Network Adapter komputer 2 dan Penerimaan data oleh Network Adapter komputer 1 adalah merupakan pengiriman data oleh Network Adapter komputer 2. 6) Setting konfigurasi koputer client terdapat perbedaan. Letak perbedaannya terdapat pada pengisian Computer Name dan pada IP Addressnya. Karena jika terjadi kesamaan nama akan mempersulit kita dalam pengenalan komputer mana yang kita hubungi jika namanya sama. Jika terjadi kesamaan pada IP Address maka dapat menyebabkan terjadinya perebutan alamat yang menyebabkan keduanya sama-sama tidak dapat mengakses sistem jaringan. Kegiatan Belajar 3 : Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni: 1. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan 2. Pengujian konektifitas jaringan 3. Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara: 1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni: a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, c) Pemasangan konektor tidak longgar d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan. 2) Pengujian konektifitas jaringan Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup. Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan. Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap. Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration) IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE seperti tampilan berikut: Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa : 1. Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7 2. Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter. 3. Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73 4. IP Addres adalah 10.1.1.7 5. Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi. Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik, seperti gambar berikut: Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal). Seperti pada gambar berikut: Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik.Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.Langkah Melakuan Sharing Data atau Directory: a. Pilih directory yang akan di sharing data b. Option pilihan sharing data Langkah Melakuan Sharing Printer a. Start setting printer b. Pilih printer yang akan di sharing Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak. Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki seperti pada gambar berikut: 3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan merupakan tindakan untuk melaporkan semua tindakan perbaikan yang dilakukan sampai dengan selesainya.Hal ini untuk mempermudah perawatan selanjutnya. Sistem pembuatan laporan ini secara lengkap yakni meliputi: Landaan teori /dasar teori, Alat dan Bahan ,Langkah kerja , Pengujian, Analisis dan , Kesimpulan c. Rangkuman 3 Pemeriksaan merupakan tindakan untuk melakukan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni: 1) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) dengan apakah telah terpasang dengan baik atau tidak 2) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, 3) Pemasangan konektor tidak longgar 4) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Pengujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang digunakan, IP Address, Subnet mask dan kecepatan akses perbayte serta informasi yang hilang (lost) dalam pengiriman data. pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas jaringan. laporan yang diberikan harus mencakup seluruh jaringan dan sistem jaringan yang dilakukan perbaikan. hal ini untuk mempermudah pemeriksaan dan perawatan selanjutnya. d. Tugas 3 1) Lakukan pemeriksaan jaringan dengan teliti dan benar. 2) Lakukan pengujian pada jaringan dengan cara yang telah anda ketahui pada sistem jaringan yang telah diperbaiki dan catatlah! 3) Susunlah laporan lengkap untuk tindakan perbaikan konektifitas beserta analisis dan kesimpulan. e. Tes Formatif 3 1) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer? 2) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP? f. Kunci Jawaban Formatif 3 1) Informasi yang diperoleh jika pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer adalah: a) Dapat mengetahui komputer saat ini yang masih tersambung dengan sistem jaringan b) Dapat mengetahui drive, Directory, Data, apa yang disharingkan oleh sebuah komputer dalam jaringan tersebut. c) Dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas yang disharingkan oleh komputer tersebut. 2) Informasi apasaja bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP Informasi yang diperoleh adalah: a) Host Name (Nama Komputer) b) Diskripsi Kartu jaringan yang digunakan c) Nomor Physical Adapter d) IP Addres e) Subnet Mask f) Kapasitas pengiriman data g) Waktu yang dibutuhkan 3) Tujuan dilakukan sharing data dan sharing printer adalah agar komputer lainnya dapat mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki termasuk melihat membuka dan lainnya sebatas kewenangan yang kita berikan. 1. Sebutkan urutan dalam perbaikan konektifitas jaringan komputer pada topologi star? 2. Bagaimana cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau belum apa indikasinya jika sudah terhubung? 3. Ada Berapakah Klas IP Address yang paling banyak digunakan dan bagaimana karakteristiknya dan berapa subnet masknya ? C. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Urutan perbaikan konektifitas jaringan komputer dengan topologi star adalah: a. Pemasangan Kartu Jaringan Pada Motherboard b. Pemasangan Kabel UTP pada konektor RJ 45 dengan model kabel lurus (Straight Cable). c. Pemasangan Konektor RJ 45 pada kartu jaringan dan pada Hub. d. Instalasi Driver Kartu jaringan e. Setting dan konfigurasi Kartu jaringan mencakup, jenis Protocol pengisian IP Address, Subnet mask dan penetuan workgroup yang digunakan. 2. cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau belum adalah dengan cara: a. Find Computer pada network neighborhood indikasi bila telah terhubung adalah akan ditemukan Computer name yang sesuai dengan pencarian jika Computer namenya benar. b. Double klik pada icon network neighborhood akan muncul computer name selain computer name milik kita sendiri. c. Windows Explorer pada drive network neighborhood akan muncul computer name selain computer name milik kita sendiri d. PING IP Address komputer lain maka akan mendapatkan balasan balasan pengiriman data bila komputer yangkita hubungi sedang aktif dan dalam sistem jaringan yang sama dengan kita. Sebagai contoh Replay from 10.1.1.1: bytes = 32 time <10 1.="1." 11="11" 12="12" 13="13" 14="14" 15="15" 16="16" 17="17" 18="18" 19="19" 1="1" 2.="2." 20="20" 21="21" 22="22" 23="23" 24="24" 25="25" 26="26" 2:="2:" 3.="3." 3="3" :=":" :kabel=":kabel" :kerusakan=":kerusakan" :kesalahan=":kesalahan" :secara=":secara" :server=":server" :tegangan=":tegangan" :workstation=":workstation" a.="a." ada="ada" adalah:="adalah:" adalah="adalah" adanya="adanya" admin.="admin." admin="admin" administrator="administrator" agar="agar" akan="akan" akandown="akandown" akses="akses" aktif="aktif" alah="alah" alamat="alamat" alas="alas" aliran="aliran" aman.="aman." antar="antar" antara="antara" apabila="apabila" artikan="artikan" artu="artu" atas:="atas:" atau="atau" atkif="atkif" b.="b." bacalah="bacalah" bagaimana="bagaimana" bagi="bagi" bagian="bagian" bahan="bahan" bahwa="bahwa" baik.="baik." baik="baik" banyak="banyak" bekerja="bekerja" belajar.="belajar." belajar="belajar" benar.="benar." benda="benda" berakibat="berakibat" berarti="berarti" berbasis="berbasis" berbeda="berbeda" berdasarkan="berdasarkan" berdo="berdo" berfungsi="berfungsi" berfungsinya="berfungsinya" berhenti.="berhenti." berhubungan="berhubungan" berikut:="berikut:" berisikan="berisikan" berkaitan="berkaitan" berkala.="berkala." berkala="berkala" berkarat="berkarat" berkomunikasi="berkomunikasi" bersihkan="bersihkan" berupa="berupa" besar="besar" biasanya="biasanya" biaya="biaya" bila="bila" bisa="bisa" bnc.="bnc." bnc="bnc" c.="c." card="card" cek="cek" cepat="cepat" client.="client." client="client" coaxial="coaxial" conector.="conector." cukup="cukup" daftar="daftar" dalam="dalam" dan="dan" dapat="dapat" dari="dari" dariprovider="dariprovider" data="data" dekat="dekat" dengan="dengan" di="di" diagnosa="diagnosa" diantaranya="diantaranya" diatas="diatas" diatasi="diatasi" dibagi="dibagi" dibandingkan="dibandingkan" digunakan="digunakan" dihasilkan="dihasilkan" dihubungkan="dihubungkan" dikarenakan="dikarenakan" dikeluarkan="dikeluarkan" dikhususkan="dikhususkan" dilakukan.="dilakukan." dilakukan="dilakukan" dilihat="dilihat" dipakai="dipakai" diperbolehkan="diperbolehkan" disebabkan="disebabkan" disebut="disebut" ditangani="ditangani" diuraikan="diuraikan" down.down="down.down" down="down" elektromagnetik="elektromagnetik" etwork="etwork" faktor-faktor="faktor-faktor" faktor="faktor" fisik="fisik" fungsinya="fungsinya" fungsionalitas="fungsionalitas" gangguan="gangguan" ganguan="ganguan" garis="garis" gejala="gejala" gunakan="gunakan" gunakanlah="gunakanlah" hal="hal" handphone="handphone" hanya="hanya" hardware="hardware" harus="harus" hasil="hasil" hati-hati.="hati-hati." hidup="hidup" hidupkan="hidupkan" hub.="hub." hub="hub" hubungan="hubungan" i.="i." ii.="ii." iii.="iii." indikasi="indikasi" indikator-indikator="indikator-indikator" indikator="indikator" ini="ini" interface="interface" internet="internet" ip="ip" isa="isa" isarat="isarat" istilah="istilah" iv.="iv." jadi="jadi" jangan="jangan" jarang="jarang" jaringan.="jaringan." jaringan.indikator="jaringan.indikator" jaringan.pekerjaan="jaringan.pekerjaan" jaringan="jaringan" jasa="jasa" jenis="jenis" jika="jika" juga="juga" kabel="kabel" kabelnya="kabelnya" kaki="kaki" karena="karena" karet="karet" kartu="kartu" ke="ke" keadaan="keadaan" kegiatan="kegiatan" kelompoknya="kelompoknya" kembali="kembali" kemungkinan="kemungkinan" kerja="kerja" kerusakan="kerusakan" kesabaran="kesabaran" kesalahan="kesalahan" kesehatan="kesehatan" keselamatan="keselamatan" ketelitian="ketelitian" ketubuh="ketubuh" khusus="khusus" kinerja="kinerja" kita="kita" klik="klik" komponen.="komponen." komponen="komponen" komputer.="komputer." komputer="komputer" komunikasi="komunikasi" kondisi="kondisi" konek="konek" konekor="konekor" koneksi="koneksi" konektifitas="konektifitas" konektor.kerusakan="konektor.kerusakan" konektor="konektor" konfigurasi="konfigurasi" korosi="korosi" lain="lain" lainnya="lainnya" lama="lama" lambat.="lambat." lambat="lambat" lampu="lampu" lan="lan" langkah="langkah" lebih="lebih" lembab="lembab" lembar="lembar" letakkan="letakkan" lihat.="lihat." line="line" listrik="listrik" longgar="longgar" magnet="magnet" maka="maka" makanan="makanan" maksimal.down="maksimal.down" masalah="masalah" masing="masing" mask="mask" masuk="masuk" masuklah="masuklah" mati="mati" matikan="matikan" matinya="matinya" maupun="maupun" medan="medan" media="media" melakukan="melakukan" melalui="melalui" meletakkan="meletakkan" memanfaatkan="memanfaatkan" membentuk="membentuk" memberikan="memberikan" membuat="membuat" memerlukan="memerlukan" memilah="memilah" memiliki="memiliki" mempengaruhi="mempengaruhi" mempermudah="mempermudah" memulai="memulai" mencakup="mencakup" mendadak="mendadak" mendeteksi="mendeteksi" mendiagnosis="mendiagnosis" mengalami="mengalami" mengeluarkan="mengeluarkan" mengenali="mengenali" mengetahui="mengetahui" menggunakan="menggunakan" menghindari="menghindari" menghubungkan="menghubungkan" mengidentifikasi="mengidentifikasi" menjadi="menjadi" menyala.="menyala." menyala="menyala" menyatakan="menyatakan" menyebabkan="menyebabkan" menyebut="menyebut" merupakan="merupakan" meyebabkan="meyebabkan" minuman="minuman" ms="ms" mudah="mudah" muncul="muncul" naik="naik" name="name" network="network" normal.="normal." oleh="oleh" operasi="operasi" operating="operating" optik="optik" optimal="optimal" otomatis="otomatis" pada="pada" pahami="pahami" paralel="paralel" pastikan="pastikan" pasword="pasword" pci="pci" pekerjaan="pekerjaan" pelayanan="pelayanan" pemakaian="pemakaian" pemanfaatan="pemanfaatan" pemasangan="pemasangan" pembagi="pembagi" penanganan="penanganan" penanganannya="penanganannya" pengaruh="pengaruh" penghubung="penghubung" pengkabel="pengkabel" pengkabelan="pengkabelan" penuh="penuh" penyimpanan="penyimpanan" peralatan="peralatan" perangkat="perangkat" perawatan="perawatan" perbaikan="perbaikan" periksa="periksa" perlu="perlu" permasalahan="permasalahan" persiapkan="persiapkan" petunjuk="petunjuk" pintu="pintu" pln.="pln." plug="plug" power="power" praktek="praktek" praktikum="praktikum" printer="printer" proses="proses" protokol="protokol" pusat="pusat" putus.="putus." rangkuman="rangkuman" rapikan="rapikan" relatif="relatif" resistor="resistor" rj45.="rj45." rj45="rj45" root="root" router="router" ruang="ruang" rusak.="rusak." saat="saat" saja.="saja." saja="saja" salah="salah" saling="saling" sama="sama" sampai="sampai" sangat="sangat" satu="satu" sc="sc" sebagai="sebagai" sebagainya.="sebagainya." sebagainya="sebagainya" sebagian="sebagian" sebelum="sebelum" sebuah="sebuah" secara="secara" sedang="sedang" sedikit="sedikit" sehinga="sehinga" sehingga="sehingga" sekali.="sekali." sekali="sekali" selain="selain" selesai="selesai" seluruh="seluruh" semua="semua" seperti="seperti" serat="serat" sering="sering" serta="serta" server.="server." server.apabila="server.apabila" server="server" sesuai="sesuai" setelah="setelah" setiap="setiap" setting="setting" sharing="sharing" short="short" signal="signal" sistem="sistem" sistematis.="sistematis." software="software" st.="st." stabil="stabil" star="star" start="start" suah="suah" subnet="subnet" sudah="sudah" sumber="sumber" susunan="susunan" swicth="swicth" switch.="switch." switch:="switch:" switch="switch" system="system" tambahan="tambahan" tanpa="tanpa" tegangan="tegangan" telah="telah" telphon="telphon" tempat="tempat" terawat="terawat" terbuat="terbuat" terbuka="terbuka" terdapat="terdapat" terganggu="terganggu" terhubung="terhubung" terjadi="terjadi" terjadinya="terjadinya" terkoneksi="terkoneksi" terlalu="terlalu" terminal="terminal" terminating="terminating" terpasang="terpasang" tersambung="tersambung" tersbut="tersbut" tersebut.="tersebut." tersebut.down="tersebut.down" tersebut.jadi="tersebut.jadi" tersebut="tersebut" tersengat="tersengat" terstruktur="terstruktur" tetapi="tetapi" tidak="tidak" tinggi="tinggi" topologi="topologi" ttl="128" turun="turun" untuk="untuk" user="user" utp="utp" v.="v." warnet.="warnet." warnet="warnet" warung="warung" workstation.="workstation." workstation="workstation" yaitu:="yaitu:" yanf="yanf" yang="yang">setting >klik Control Panel b. Pilih icon system double klik pilih menu Device Manager Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum.Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer dapat bekerja atau aktif. b) Pengkabelan dan Konektor Pemilihan media komunikasi menggunakan kabel sebagai penghubung antar komputer memang merupakan media yang cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF (radio frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah, mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi.Tetapi kesalahan dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu sendiri, serta layout atau topologi jaringan seringkali mengganggu dalam system jaringan kabel. 1. Untuk Pengunaan kabel thin coax 1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data. 2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel. 3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan. 4. Resistor pada terminating Connector 5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor 6. Longgar pada male connector: Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5 akan mengakibatkan system jaringan akan mengalami down (komunikasi antar komputer berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi pada workstation (client) yang bersangkutan saja yang berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka menyebabkan jaringan akandown juga. 2. Untuk Pengunaan kabel thick coax: Untuk jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis kabel thin coax karena menggunakan jenis topologi jaringan yang sama seperti dalam gambar berikut: 3. Untuk Penggunaan kabel UTP : Untuk kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan model ini relatif sedikit, karena jaringan model ini menggunakan topologi star, dimana workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti dalam gambar berikut: Untuk mengecek kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. 2) Software Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada umumnya bisa dikelompokkan atas: a. Kesalahan setting konfigurasi jaringan Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan : (1) Alamat port I/O (2) Nomor Interupt (3) Direct Memory Access Request line 4. Buffer memory Address Berbeda dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara otomatis telah tersedia. b. Kesalahan Protocol yang digunakan :Hal ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot ISA karena penentuan harus dilakukan secara manual. Apabila kita menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver dengan benar. c. Kesalahan pengalamatan IP. : Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data, jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. d. Kesalahan Indentifikasi Client dan server computer: Penentuan antara komputer server dan komputer client harus jelas untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan peer to peer tidak ada penentuan client dan server. e. Kesalahan Service Network (file and print sharing) :Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan file and print sharing. f. Kesalahan Security System: Kesalahan pemasukan password pada saat kita masuk dalam jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena kesalahan pengamanan (password). g. Kerusakan file program, sehingga perlu di update. : Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif). Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking: b. Tidak bisa Login dalam jaringan:Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan. c. Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Apabila secara hardware dan software tidak ada masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan semua data yang telah kita update ke sistem operasi. d. Tidak bisa sharing files atau printer. Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing.untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan klik kanan share. e. Tidak bisa install network adapter. Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut. Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah terinstall dengan driver bawaannya. f. Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita. Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena kita belum melakukan sharing data atau sharing printer. Kasus-kasus tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahan-kesalahan software pada saat setting Kartu jaringan.Setting kartu jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan. Pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, namaWorkgroupnya dan sebagainya. e. Rangkuman 2 Permasalahan muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan software. Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan yang sering dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya. Untuk pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel terbuka (open), kabel short dan konektor longgar. Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan setting dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer client yang digunakan, jenis protokol yang dipakai jaringan dan workgroup yang digunakan. Kegiatan Belajar 3: Mengisolasi Permasalahan Mengisolasi permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal yang berakibat lebih fatal dalam jaringan.Hal ini dilakukan agar jaringan dapat berfungsi secara baik dan normal kembali.Tindakan pengisolasian termasuk didalamnya merupakan jalan keluar (pemecahan) dari permaslahan yang dihadapi.Tindakan pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat dipisahkan menjadi dua juga yakni pengisolasian secara hardware dan secara software. 1) Pengisolasian permasalahan secara Hardware Tindakan pengisolasian kerusakan yang disebabkan oleh hardware harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis. Cara yang terstruktur dan sistematis diharapkan dengan cepat dapat menemukan sumber kerusakan atau sumber permasalahan. Tindakan pengisolasian secara terstruktur dan sistematis dapat dilakukan sebagai berikut: i. Tindakan pertama (mengisolasi kerusakan pada kartu jaringan): Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara melihat indikator pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam kondisi yang atau bekerja baik maka lampu menyala dan saat tidak aktif atau rusak maka lampu tidak menyala saat komputer telah dihidupkan dan terhubungkan dengan jaringan komputer yang lain ataupun dengan Hub/switch. Dapat juga dilihat pada window Control Panel > double klik system pilih menu Device Manager. Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum dengan melihat pada Network adapter.Apabila sudah dikenal maka tinggal melakukan setting konfigurasi jaringan. Apabila kartu jaringan belum dikenal atau sudah dikenal tetapi ada tanda (!), (?) dan tanda (X) menyatakan bahwa perlu dilakukan instalasi software driver dari kartu jaringan tersebut. Apabila dari kedua hal tersebut indikator lampu yang ada kartu jaringan tetap tidak menyala saat telah terhubungkan dengan jaringan komputer lain atau dengan Hub/switch atau tidak dikenal oleh device manager maka perlu dilakukan penggantian kartu jaringan karena kartu jaringan tersebut dalam kondisi yang rusak. 1. Konsidi sudah dikenal tetapi instalasi software belum sempurna. 2. Sudah dikenal dan Siap untuk di setting konfigurasi jaringannya. ii. Tindakan kedua (mengisolasi permasalahan pengkabelan dan konektor):Tindakan pengisolasian untuk pengkabelan dan konektor terdapat perbedaan antara model coaxial dengan konektor BNC dan pengkabelan UTP dengan konektor RJ45. b. Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan konektor BNC. Pengisolasian untuk pengkabelan jenis coaxial lebih rumit, karena apabila terjadi jarigan yang down untuk jaringan bertopologi Bus atau ring menggunakan kabel coaxial harus dilakukan pengecekan satu persatu. Seperti dalam gambar berikut untuk pengisolasian permasalahan yang sering terjadi: Untuk pengisolasian permasalahan nomor 1,3,4 dan 5 dilakukan dengan pengecekan satu persatu dari terminal konektor dengan menggunakan multimeter. Pengecekan dilakukan satu persatu dengan melepaskan konektor BNC dari T BNC daru dilakukan pengetesan ujung ke ujung kabel tersebut apabila terjadi hubug sigkat pada pemasangan plug konektor maka pisahkan pisahkan yang menyebabkan hubung singkat tersebut. Apabila terjadi open kabel atau kabel putus dalam kabel coaxial maka lakukan penggantian kabel. Jangan melakukan penyambungan kabel coaxial diantara plug konektor karena menyebabkan jaringan down karena nilai resistansi yang tidak sesuai pada sambungan tersebut dengan pada kabel tersebut. Pengisolasian pada permasalahan Resistor pada terminating Connector dilakukan dengan penggantian terminator BNC yang baru.Konektor yang longgar pada male conektor pengisolasiannya dapat dilakukan dengan mengencangkan T BNC pada konektor BNC secara keseluruhan. c. Pengisolasian untuk pengkabelan yang menggunakan kabel UTP Pengisolasian pengkabelan pada permasalahan jaringan yang menggunakan kabel UTP relatif lebih mudah. Kemudahan pengisolasian kabel UTP pada jaringan dengan topologi Star hanya komputer yang bermasalah saja yang kita tangani tanpa mengganggu jaringan tersebut (komputer yang lainnya masih tetap bekerja normal. Setiap workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub sehingga apabila komputer yang kita gunakan bermasalah maka komputer lain tidak terganggu. Seperti dalam gambar berikut pengisolasian permasalahan yang muncul dalam jaringan komputer dengan kabel UTP dengan topologi jaringan star. Keterangan Gambar: 2. Konektor longgar (tidak terhubung) 3. Kabel short 4. Kabel terbuka (open) Perbaikan untuk jaringan yang longgar dilakukan pengencangan pada hub/switch dan pada kartu jaringan.Pengisolasian pada kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. Pengkabelan dengan menggunakan kabel UTP tidak boleh disambung karena akan mempengaruhi kinerja jaringan. kalau sudah tidak memungkinkan lebih baik dilakukan penggantian kabel beserta konektornya, karena konektor RJ45 hanya digunakan sekali pakai jika sudah diCrimping maka sudah tidak dapat dipakai lagi. 2) Software :Pengisolasaian Protocol yang digunakan harus ditentukan pada saat instalasi software Kartu jaringan. Seperti pada contoh penggunakan protocol TCP/IP. 1. Memilih add pada configuration Network 2. Memilih protocol 3. Klik add 4. Pilih TCP/IP 5. Klik OK e) Kesalahan pengalamatan IP. : Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. Pengisolasian yang dapat dilakukan dengan melakukan seting ulang alamat IP Address dan subnetmasknya sesuai dengan jaringan yang digunakan. Seperti pada gambar berikut: 2) Pilih TCP/IP 3. Klik Propertis 4. Pilih specify an IP Address 1) Kesalahan Identifikasi workgrup Workgroup merupakan kumpulan atau nama kelompok jaringan yang kita gunakan. Isolasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perubahan nama workgroup sesuai dengan jaringan yang ada. Seperti gambar berikut merupakan cara untuk melakukan perubahan pada workgroup. Computer name untuk memberikan nama komputer tersebut, Workgroup merupakan nama kelompok jaringan yang kita akan masuki, Computer Description merupakan diskripsi komputer. Langkah Perubahan Workgroup 1. Pilih Identification 2. Menu perubahan workgroup 2) Kesalahan Service Network (file and print sharing) :Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan sharingfile and print. 3) Kerusakan file program, sehingga perlu di update. Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif). Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking: a) Tidak bisa Login dalam jaringan Kasus tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan.Apabila kita telah melakukan instalasi dan konfigurasi kartu jaringan dengan sempurna maka bisa juga karena kesalahan kita dalam memasukkan password yang salah saat kita Login ke jaringan. b) Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Kasus ini sering terjadi karena sistem windows yang kurang baik sehingga perlu melakukan refresh apabila menutup program atau mau menjalankan program. c) Tidak bisa sharing files atau printer. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akah disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing .Langkah Melakuan Sharing Data Atau Directory g. Pilih directory yang akan di sharing data h. Option pilihan sharing data a. Start setting printer b. Pilih printer yang akan di sharing c. Option pilihan sharing printer d) Tidak bisa install network adapter. Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai dengan kartu jaringan yang dipasang, atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut. e) Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita. Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan kita belum melakukan sharing data atau sharing printer. Kasus-kasus tersebut lebih banyak disebabkan oleh instalasi software dan konfigurasi yang tidak teliti.Hal tersebut menyebabkan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan tidak dapat mengakses jaringan. Pengisolasian dan pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, namaWorkgroup dan sebagainya sehingga didapatkan koneksi jaringan yang sempurna. i. Rangkuman 3 j. Pengisolasian kerusakan dalam hardware yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur dapat mempermudah penyelesaian masalah jaringan yang dihadapi.Sistematis dan terstruktur memiliki maksud dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan pengkabelan sampai instalasi softwarenya. Isolasi permasalahan secara terjadi pada Instalasi software driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan, baik Pengalamatan TCP/IP meliputi IP Adress dan subnet mask serta workgroup yang digunakan. 1. Sebutkan Langkah-langkah penanganan masalah dalam jaringan komputer? 2. Sebutkan keuntungan atau kelebihan dari LAN dengan topologi Star dalam penanganan permasalahan dalam JaringanLAN? 3. Sebuah sekolah SMU mempunyai rencana untuk membangun lab Komputer 2 lantai, luas ruangan 6 x 6 meter, setiap ruang diberi komputer berjumlah 20 unit rencana jaringan tersebut akan dibangun menggunakan topologi star dan jaringan antara lab 1 dan lab 2 terhubung, anda diberikan tugas untuk: i. Merencanakan peralatan yang dibutuhkan dan jumlahnya (berapa buah atau berapa meter). ii. Menggambarkan Layout jaringan yang akan anda buat beserta IP Address dan Subnet mask yang digunakan. D. KUNCI JAWABAN EVALUASI 1. Langkah penanganan kerusakan jaringan terbagi atas dua yakni penanganan Hardware dan penanganan Software. Penanganan hardware harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk mempermudah penyelesaian masalah jaringan yang dihadapi.Penanganan yang dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan, pengkabelan dan konektor. Penanganan permasalahan pada Software dapat dilakukan dengan cermat dan teliti mencakup: Instalasi software driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan. Konfigurasi kartu jaringan meliputi menggunakan TCP/IP meliputi IP Adress, subnet maskdan workgroup yang digunakan. 2. Topologi Star adalah topologi yang setiap node akan menuju node pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.Sehingga penanganan kerusakan hanya terjadi pada client yang bermasalah tanpa mengganggu jaringan secara keseluruhan. 3. a. peralatan yang dibutuhkan meliputi: 1) 2 buah server 2) 40 client 3) Kartu jaringan 42 buah 4) Konektor RJ 45 84 buah 5) Hub 2 buah 6) Repeater /Router 1 buah 7) Kabel + 500 meter iii. Gambar layout berdasarkan kerapian, Nomor IP Address yang digunakan sesuai dengan Jenis jaringan Klas A, B, atau C antara lab 1 dan 2 boleh lebih baik menggunakan Router atau Repeater
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Keluarga DEWANATA
About
Anak TKJ Loro
MOS TKJ LORO
ya'jud dan ma'jud
Popular Posts
-
Untuk memasang flash ke dalam blog cukuplah mudah. Yang kamu perlukan yaitu file flash yang biasanya ber-extensi .swf lalu upload file terse...
-
Ada berbagai macam Script untuk mempercantik Bog kita saya dapatkan beberap script untuk mempercantik blog seperti efek Bintang jatuh, salju...
-
Suatu cara untuk mempercantik blog adalah dengan menambah efek tertentu di dalam blognya entah itu efek salju berjatuhan, efek bintang, efek...
-
tentang membuat menu horizontal, nha sekarang mari kita mencoba membuat menu vertikal. Menu vertikal ini cocok kalau dipasang di sidebar kar...
-
1. Pendahuluan 1 Latar Belakang Sebagai negara yang memiliki banyak pulau, negara kita juga memiliki banyak laut yang berarti pula me...
-
Bahasa tubuh wanita jatuh cinta atau saat tertarik kepada pria (cowok, laki-laki dan mahluk sejenisnya) sangat mudah ditebak. Katanya sih...
-
There is little doubt that the planet is warming. Over the last century, the planets temperature has risen by around 1 degree fahrenheit (0....
-
Animasi Twitter di blog sangatlah mudah sekali, silahkan anda ikuti langkah berikut : Silahkan ganti ID twitter “indobisnisgroup” dengan ID...
-
Salah satu pemberi semangat blogging adalah ketika melihat jumlah visitor yang online di blog saya seperti blog di hadapan anda ini. Alhamdu...
-
Bagi kamu yang ingin tahu apa ramalan cinta zodiak kamu di tahun 2012 nanti sangat pas, kali ini saya edi ingin berbagi tentang Ramalan Cin...


0 komentar:
Posting Komentar